Tampilkan postingan dengan label senayan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label senayan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Mei 2012

Kartu Anggota (Member Card) SLiMS Meranti Ver. 1.1 (Pacitan Lib)

Sumber: http://pacitan-lib.blogspot.com/2012/05/kartu-anggota-member-card-slims-meranti.html

Meluangkan waktu untuk berbagi file desain terbaru Members card pada SLiMS Meranti. Kenapa saya mengulas topik ini lagi ?

Dan kenapa harus meranti ...?
Sebenarnya saya sangat mengunggulkan SLiMS Meranti yang di rilis tanggal 20 Mei 2012, selain tangguh versi SLiMS Meranti ini sangat lengkap apa yang diperlukan di perpustakaan di Indonesia ini.
Banyak pertanyaan dari sahabat-sahabat pecinta Software otomasi SLiMS yang ada di grup facebook Senayan Library Automation yang beralamat http://www.facebook.com/groups/senayan.slims/,

Banyaknya pertanyaan dari sahabat, akhirnya munculah gagasan untuk berbagi file Kartu Anggota SLiMS Meranti yang sudah termodifikasi serapi mungkin. hehehe :D

dibawah screen shot dari kartu anggota yang sudah termodifikasi, kenapa harus Green ..? ya kebetulan saya suka sekali warna yang bercorak hijau daun.



Mungkin banyak sekali dari sahabat-sahabat, bingung bagaimana cara memasang file yang sudah saya lampirkan.DOWNLOAD CARD.ZIP
Langkah awal setelah mengunduh file tersebut, lakukan peng-ekstrakan terlebih dahulu.

lihat gambar dibawah :

Anda pasti akan menemukan folder yang bernama "pacitanlib_creditjushadi"
Buka folder tersebut, di situ aada 2 buah folder yaitu folder "admin" dan folder "files". Disini saya menggunakan xampp untuk menjalankan program SLiMS Meranti, Lanjut... buka folder admin => admin_template disitu ada file yang bernama printed_settings.inc.php , copy saja file tersebut kedalam direktori SLiMS Meranti anda.

Biasanya letak SLiMS Meranti di folder xampp tergantung dimana letak pemasangan xampp anda!
(D:\xampp\htdocs\meranti) ini saya kasih gambarannya.
[Klik gambar untuk memperbesar]

Paste/Tempel file tersebut ke dalam folder D:\xampp\htdocs\meranti\admin\admin_template

*Jangan menimpa file yang asli,backup dulu file yang asli, copy file asli ke dalam folder backup_an anda!
[Klik gambar untuk memperbesar]

Kalau sudah, kembali ke folder hasil pengekstrakan tadi , copy file yang berada di folder pacitanlib_creditjushadi\admin\modules\membership didalam tersebut ada satu file yang bernama member_card_generator.php

Paste file tersebut ke dalam direktori SLiMS Meranti yang berada di folder
D:\xampp\htdocs\meranti\admin\modules\membership
*Jangan menimpa file yang asli,backup dulu file yang asli, copy file asli ke dalam folder backup_an anda!
[Klik gambar untuk memperbesar]


Kalau sudah kembali lagi ke folder hasil ekstrak, buka folder file disitu ada 5 file antara lain :
Copy 5 file tersebut kecuali Thumbs.db kedalam folder SLiMS Meranti. Letak foldernya di D:\xampp\htdocs\meranti\files

Langkah terakhir, mengganti indentitas Perpustakaan. Buka File printed_settings.inc.php edit file tersebut dengan program Notepad C++
edit file dibarisan 96, lakukan editor pada baris 96 dan baris 126 seperti gambar dibawah

Kalau sudah, jangan lupa save berooow....
Selesai ... dah !!!!
SILAHKAN DICOBA CETAK KARTU ANGGOTANYA.

Saya mohon maaf jika ada salah satu kalimat yang kurang berkenan atau kurang jelas, jika anda merasa kesulitan anda bisa gabung di forum SLiMS atau di Facebook Group SLiMS.
Kunjungi Forum SLiMS di forum.slims.web.id, disana ada banyak custom kartu Anggota yang sudah di modifikasi juga.
Gabung di Group Senayan di www.facebook.com/groups/senayan.slims/

Terima Kasih banyak buat Mas Jushadi dan buat Bapak Purwoko yang sudah memotivasi saya untuk tetap semangat. Salam Sukses Gan !!

Minggu, 13 Mei 2012

ToT 12 Mei 2012

Sabtu 12 Mei adalah hari kedua bagi para inti pegiat SliMS Jogja mengadakan ToT atau training of trainer. Sama dengan pekan sebelumnya, ToT kali ini juga diampu oleh mas Eddy Subratha. Melanjutkan pelajaran (kuliah euiii) pekan yang lalu, pekan ini juga mempelajari 960.gs atau tool untuk membuat mookup disain web.


Dengan 960 grid system ini disain web akan menjadi lebih teratur, apalagi nantinya pada sisi codingnya juga dilanjut menggunakan template dari 960.gs. Selain 960 grid system, mas Eddy juga menyampaikan banyak hal terkait tool untuk membuat disain web. Ada Color Scheeme yang tersedia online dan offline, Lorep Ipsum yang digunakan untuk membuat contoh text dalam pembuatan web. Mas Eddy juga mendemokan pembuatan beberapa disain web dengan meniru disain yang ada di internet. Disain-disain yang tampak rumit itu, ternyata dengan 960 grid system dapat di "tiru" dengan mudah.

Beruntung sekali, acara ToT ini mendapatkan fasilitas cuma-cuma berupa layar sekaligus tempat yang sangat nyaman, yaitu di gedung PT Codecon yang merupakan perusahaan di mana mas Eddy bekerja. "Ini bagian dari sedekah pada komunitas", demikian mas Eddy pernah mengatakan kepada pegiat SLiMS Jogja.

Hadir pada acara sore itu: Eddy Subratha, Muhtarom, Maryanto, Budhi Santoso, Abdul Aziz, Purwoko serta dua rekan lagi mahasiswa UIN dan Amikom. Harapan ke depan, komunitas SLiMS Jogja dapat selalu meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu alat terkait teknologi informasi sehingga dapat meingkatkan pula layanan dalam bidang perpustakaannya.

Acara yang ditemani gorengan dan air mineral gelasan itu berlangsung sampai 17:30 sore. Kelanjutan pekan depan adalah dari sisi coding dengan tetap menggunakan 960GS. Semoga dapat memberi manfaat kepada banyak orang nantinya... Tidak menutup kemungkinan pada masa yang akan datang ToT akan dibuka untuk para "pentolan" komunitas SLiMS dari berbagai wilayah... :)






Sampai jumpa :)


Selasa, 01 Mei 2012

Nayanes – The SLiMS Search Proxy

Bagi yang masih belum mudeng dengan Nayanes:

  1. User/Pemustaka melakukan query ke Nayanes

  2. Hasil query dari Pemustaka kemudian di proses dan diteruskan ke masing-masing node perpustakaan yang menggunakan SLiMS atau sistem otomasi perpustakaan lain yang menyediakan web service berbasis XML MODS

  3. Setiap node akan memberikan feedback berupa XML dalam standar MODS,

  4. yang selanjutkan akan di-parsing oleh MODS dan kemudian ditampilkan dalam bentuk HTML ke pemustaka


Ingat! Nayanes tidak membutuhkan koneksi database sama sekali, dia hanya memproses web service yang disediakan oleh SLiMS and that’s how you can see the power of web service!Penasaran: http://slims.web.id/nayanes

Jumat, 27 April 2012

Komunitas SLiMS @Munas FPPTI 2012

Komunitas SLiMS Jogja @Munas FPPTI di UGM 26 April 2012

Tak disangka, Komunitas SLiMS sebagai komunitas yang berorientasi pada komunitas, para pegiat utamanya mampu "saweran" alias patungan untuk ikut menjadi sponsor pada acara Munas FPPTI 2012.

SLiMS mendapatkan meja yang strategis yaitu tepat didepan pintu/tangga masuk dan juga lorong jalan dari pintu lift menuju ruang acara.

Pagi itu, mas Haris (pegiat SliMS dari Ambon) datang paling awal langsung menghidupkan laptop menata brosur dan stiket SLiMS. Awal acara banyak pengunjung yang datang dan ngobrol bareng. Ada pak Wayan Metaram dari Bali, mas Daniel dari Univ. Machung, mas Miswan dari IAIN Walisongo dan lain sebagainya.

Obrolan tentang Meranti, Nayanes, meranti Mobile Version, migrasi dan berbagai bug fixing mewarnai berbaurnya peserta dengan pegiat SLiMS.

Tak lama kemudian, mas Eddy Subratha datang. Keduanyapun lalu terlibat aktifitas melayani diskusi para pengunjung.

Sore harinya, beberapa pegiat SLiMS yang lain mulai berdatangan. Ada mas Tarto, Aziz, Budhi, Sumaryanto...

Berikut reportase dari mas Eddy Subratha:


dari beberapa peserta seminar yang mampir ke stand SLIMS terbagi menjadi 3 versi, yang sudah menggunakan, baru akan menggunakan dan belum menggunakan SLIMS.
Yang sudah menggunakan SLIMS lebih banyak menceritakan masalah fitur yg belum tersedia di SLIMS, misal mengenai pembuatan custom report yg dibutuhkan utk pelaporan. Ya mirip-mirip report yg dulu pernah didemo Pak Maryanto MUHI. Ada juga yang menjadikan SLIMS sebagai salah satu media pembelajaran mahasiswa jurusan PERPUS (kalo gak salah Pak Widodo dari UNS Solo), namun terkendala masalah akses yang berat ketika proses input data secara bersamaan.
Untuk versi yang baru akan menggunakan SLIMS, kebanyakan masalah migrasi data dari sistem yang lama ke SLIMS. Juga terkendala karena aplikasi perpus mereka terintegrasi SIM Akademik dan pengembangan aplikasi perpus mereka sudah tidak dikembangkan lagi oleh developer yng lama.
Sedangkan yang belum menggunakan SLIMS karena kesulitan utk menginstalasi dan dukungan perangkat komputer yg belum memadai. Juga dikarenakan belum adanya komunitas di daerah setempat yang bisa membantu memberikan semacam pelatihan untuk petugas perpus
Dari beberapa peserta sangat antusias utk melihat SLIMS Meranti misal Pak Daniel dari Universitas Ma Chung Malang yang langsung membuka tabletnya utk melihat SLIMS Meranti Mobile. Juga kekaguman pada fitur OAI dan z39.50 SRU yang sangat mudah. Sayang-nya dikarenakan koneksi internet di sana sedikti macet, sehingga waktu demo SRU banyak terjadi Operation Time Out.
Brosur dan Stiker JogjaLib.NET pun laris manis karena diberikan gratis..*lumayan utk dipasang di Helm atau Motor mereka :)


Minggu, 18 Maret 2012

"Ngopi Joss", menata revolusi ala Komunitas SLiMS



Suatu waktu, pernah ada seorang teman bertanya, "Wah, nek nge-SLiMS meski jam 12 malam tetap jalan ya Pur?". Saya jawab saja "iya, memang biasanya seperti itu, malam-malam di Kopi Joss selatan Tugu Jogja". Mau? teeeet tooot.....




Hal tersebut di atas, akhirnya terjadi lagi pada tanggal 17 Maret 2012. Saat itu, kebetulan sekali pak Hendro Wicaksono dan Pak Arie Nugraha berada di Jogja. Akhirnya mereka berdua bersama pak Eddy Subratha dan saya (Purwoko) meluncur dari kawasan Club House UIN Sunan Kalijaga ke area Kopi Joss sekitar jam 8 malam. Ternyata di area Kopi Joss-nya pak Man sudah menunggu rekan-rekan dari komunitas SLiMS Jogja, ada Heri Abi, Muhtarom, Tarto, Aziz. Kemudian setelah kami datang, datang pula mas Budhi Santoso, Maryanto, Hadi Pranoto, Fiqru Mafar, Subhan Haris+Istri. Tidak disangka pula, hadir seorang pegiat SliMS yang berasal dari Ambon, namanya Haris. Beliau ini sedang membangun katalog induk beberapa perpustakaan di Ambon dengan domain http://ambonlib.net. Belakangan diketahui, bahwa selain katalog AmbonLib.Net, mas Haris juga membangun sistem pencarian terpadu ke semua SLiMS yang online di internet. Aplikasi pencarian terpadu tersebut ada di url http://search.ambonlib.net.

Sebelum ngobrol mengenai SliMS dan segala sesuatunya, ada acara perkenalan singkat yang saya lakukan terutama untuk pak Haris dari Ambon. Selanjutnya ngobrol kesana-kemari dibarengi dengan menikmati sajian Kopi Joss serta "ubo rampe" ala angkringan Jogja. Terdapat sego kucing, tempe goreng, sate kerang, sate ayam, lumpia, telo goreng, apem, kopi susu, kopi jahe dan semacamnya. Sebagian besar awak komunitas yang datang memesan Kopi Joss sebagai sajian minumnyaa. Dinginnya malam, dibalut dengan suasana khas Jogja menambah semarak acara ngobrol bareng ini, apalagi dengan diselingi para pengamen yang silih berganti.


Pada acara ini, pak Hendro sempat memberitahukan tentang acara SDD/Senayan Developers Day yang akan dilaksanakan pada liburan panjang akhir bulan Maret 2012. Selain itu juga diumumkan beberapa projek "revolusioner" SLiMS dan beberapa aplikasi yang terkait. Sssssst, informasi apa saja aplikasi tersebut masih dirahasiakan di blog ini yak.. :) Emmm, oke dah saya kasih satu bocoran. KopiJoss76, merupakan sebuah paket aplikasi yang akan muncul dalam kaitannya dengan projek SLiMS. KopiJoss76, 76=TG=Tugu, jadi KopiJoss76=Kopi Joss di Tugu Jogja. Aplikasi ini adalah paketan yang berisi UCS SliMS, SliMS itu sendiri, Drupal yang didalamnya terdapat plugin SLiMS. Dengan KopiJoss76 diharapkan perpustakaan yang ingin membangun, atau belajar membuat website yang terintegrasi dengan SliMS dapat terfasilitasi.
Aplikasi lain? ditunggu launchingnya yak..
Ngobrol juga menyentuh hal-hal terkait teknis SLiMS. Beberapa usulan muncul, mulai dari katalog buku, membuat item otomatis (berdasar jumlah), barcode generator, penyempurnaan ucs, desain template, perbaikan bug, penambahan alamat pada lokasi koleksi di ucs, delete image cover, dan lain sebagainya. Ngobrol juga merambah pada etika Opensource. Pak Arie dan Hendro menekankan kembali tentang taat asas pada GPL v.3, khususnya terkait penggunaan SLiMS.



Mas Haris dari Ambon, juga sempat bercerita dan menunjukkan AmbonLib.Net yang sedang dia bangun. Menurutnya, di Ambon sudah ada beberapa perpustakaan yang mulai menggunakan SLiMS, rencananya beliau akan menyatukannya di AmbonLib.Net.

Berbagai pengalaman yang menyenangkan dan kadang membuat gelak tawa muncul dari masing-masing pribadi pegiat SliMS. Ada yang mengaku install slims seharian di bayar 200.000, ada yang di ajak makan sate sebagai tanda terimakasih dan pengalaman menarik lainnya.

Sebagai sebuah tiluna Manajemen Perpustakaan, SLiMS dibangun dengan mengedepankan komunitas sebagai basis pengembangan. Atas dasar hal tersebut, beberapa jargon SliMS kemudian muncul.
SLiMS, Librarian Social Network
SLiMS, tiluna ramah lingkungan
SLiMs, library system for library freedom

Adalah sesuatu yang di luar dugaan, SLiMS dapat menjadi perekat komunitas yang lahir di beberapa daerah. Sebagaimana di Jogja, komunitas SLiMS bangun dengan semangat berbagi dengan tidak didasari oleh kepentingan sesaat. Komunitas SLiMS berusaha bangkit dengan semangat mandiri secara bersama-sama.




Pukul 22:30, para pegiat Slims mulai meninggalkan area KopiJoss. Sebelum bubar, disempatkan foto bersama.

Foto: Budhi Santoso

Teks dan Video: Purwoko

Minggu, 19 Februari 2012

Reportase Kegiatan: Seminar dan Pelatihan 18 Feb 2012

Sabtu 18 Februari 2012 komunitas SLiMS Jogja punya dua gawe. Pertama adalah seminar Linux+SLiMS di Fakultas Adab UIN SUnan Kalijaga (http://blog.jogjalib.net/2012/02/seminar-linuxslims/), dan kedua adalah pelatihan SLiMS untuk pustakawan di Stikes Bethesda Jogjakarta.

Acara pertama merupakan gawean bareng antara KSL UIN Sunan Kalijaga, BEM IPI UIN SUnan Kalijaga dan juga Komunitas SLiMS Jogja. KEgiatan ini berlangsung di Ruang Teatrikal Fakultas Adab. Hadir dalam acara ini mahasiswa, pustakawan, pegiat Linux baik dari Jogja maupun luar Jogja. Tercatat mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan UNDIP Semarang turut serta dalam acara ini.

Sesi pertama diisi pengenalan Linux dan Opensource oleh Mas Setia Budi dan Estu. Beliau berdua berasal dari KPLI Jogja dan KSL UIN SUnan Kalijaga. Pada sesi ini disampaikan kenapa memilih opensource, khususnya kenapa Linux? Aspek yang ditekankan adalah legal dan halal, serta stabil dan bebas virus.

Sesi kedua adalah pengenalan SLiMS oleh Purwoko. File presentasi Purwoko dapat diunduh di sini [download id="1"].

Acara kedua adalah pelatihan SLiMS di Perpustakaan Stikes Bethesda Jogjakarta. Kebetulan Stikes Bethesda hendak migrasi dari sistem automasi perpustakaan sebelumnya ke SLiMS. Materi pada pelatihan ini adalah instalasi, bibliografi, membership dan sirkulasi. Dilanjutkan dengan perawatan, backup data dan juga audit migrasi.

Foto lengkap ada di FB Komunitas SLiMS Jogja

Minggu, 05 Februari 2012

Reportase Rembug Bareng bersama ATPUSI+LKPI+ALUS+Komunitas SLiMS

Pada tanggal 4 Februari 2012 yang lalu, empat organisasi dan juga komunitas yang berkaitan dengan perpustakaan di Jogja duduk bersama, berembug bersama para audiens tentang bagaimana mengembangkan minat baca di perpustakaan sekolah pada era informasi. Acara ini merupakan rangkaian acara Jogja Itoe Boekoe yang digelar oleh IKAPI di Mandala Bhakti Wanitatama, 1-7 Februari 2012.





Keempat komunitas mengirimkan wakilnya menjadi narasumber pada acara ini, ATPUSI di wakili oleh Pak Halim, Heri Abi dari SLiMS, Muklis dari ALUS dan LKPI diwakili oleh Supriyanto. Semua membahas "membaca" dikaitkan dengan peran organisasinya masing masing. Acara ini dimoderatori oleh Arsidi, SIP yang merupakan ketua ATPUSI Jogjakarta.





Dengan lihat, sang moderator juga mengajak audiens untuk ikut menyampaikan uneg-unegnya. Tercatat beberapa audiens ikut berkomentar, baik dari perpustakaan perguruan tinggi, mahasiswa, perpustakaan SD dan lain sebagainya.

Ada peserta yang menyatakan bahwa ketika ingin mengembangkan perpustakaan terbentur pada aspek kebijakan pimpinan, adapula yang menyayangkan terputusnya keberlangsungan pengelolaan perpustakaan pada tiap tingkatan di sekolah. Ketika SD murid mendapatkan perpustakaan yang "hidup" namun ketika SMP mereka kaget karena perpustakaannya tidak berjalan sebagaimana mestinya.




Pada sesi akhir, panitia pameran berkenan ikut bicara. Panitia menanggapi selentingan tentang mahalnya buku. Beliau mengatakan bahwa buku belum menjadi kebutuhan pokok, masih kalah dengan bensin atau pulsa. Hal ini disampaikan sambil mengajak untuk menjadikan buku sebagai kebutuhan pokok.

Pada kesempatan ini, melalui moderator juga dibagi doorprize berupa 10 CD master SLiMS. Para peserta juga mendapatkan stiker SLiMS dan JogjaLib.NET. Peserta datang dari berbagai pelosok daerah, mulai dari kawasan Jogjakarta sendiri, Bantul, Sleman, Klaten, Magelang bahkan dari Purworejo.

Para peserta juga dipersilakan untuk mengunjungi stand perpustakaan yang dihuni oleh beberapa komunitas di atas.

Para Pembicara+Moderator
Para Peserta
Suasana Stand
Akhir Acara



Foto: Eddy Subratha
Video: Purwoko

Kamis, 02 Februari 2012

Sejarah Pengembangan SLiMS

sumber http://id.wikipedia.org

Senayan pertamakali digunakan di Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional [1]. Pengembangan Senayan dilakukan oleh SDC (Senayan Developers Community). Di koordinir oleh Hendro Wicaksono [2], dengan Programmer Arie Nugraha [3], Wardiyono. Sementara dokumentasi dikerjakan oleh Purwoko [4], Sulfan Zayd, M Rasyid Ridho, Arif Syamsudin. Pada Januari 2012, developer SLiMS bertambah 2 orang, yaitu: Indra Sutriadi Pipii (GOrontalo) dan Eddy Subratha (Jogjakarta).

Selain itu, ada pula programmer Tobias Zeumer (tzeumer@verweisungsform.de), dan Jhon Urrego Felipe Mejia (ingenierofelipeurrego@gmail.com).

Situs resmi SLiMS, saat ini ada di http://slims.web.id

Menurut Hendro Wicaksono dan Arie Nugraha, anggota tim pengembang Senayan, program manajemen perpustakaan ini pertama kali dikembangkan pada November 2006. Waktu itu, para pengelola Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta tengah kebingungan karena program manajemen perpustakaan Alice habis masa pakainya. Alice adalah perangkat lunak bikinan Softlink sumbangan Pusat Kebudayaan Inggris, British Council.

Departemen tak memiliki anggaran untuk memperpanjang masa pakai Alice. Selain itu, Alice adalah produk tidak bebas (proprietary) yang serba tertutup. Staf perpustakaan sulit mempelajari program tersebut. Alice bahkan tak dapat dipasang di server atau komputer lain, sehingga tidak dapat didistribusikan ke perpustakaan di lingkungan departemen tersebut.

Hendro lantas mengusulkan ke Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat, yang memayungi perpustakaan di departemen itu, untuk membuat program baru sebagai pengganti Alice. ”Karena awalnya dikembangkan dengan uang negara, harus bisa diperoleh secara bebas oleh masyarakat,” katanya.

Software baru itu kemudian dikembangkan dengan General Public License, sistem perizinan yang lazim digunakan dalam perangkat lunak berbasis sumber terbuka. Perizinan ini mensyaratkan agar software tersebut harus dapat digunakan, dipelajari, diubah, dan didistribusikan ke pihak lain secara bebas.

Pada awalnya Hendro dan Arie Nugraha, pustakawan lain di sana, mencari perangkat lunak yang sudah jadi, tapi terbentur sejumlah masalah. Beberapa peranti lunak, seperti PHP MyLibrary dan OpenBiblio, ternyata kurang serius menerapkan prinsip pengembangan aplikasi dan basis data. Dalam basis data yang bagus, misalnya, tabel pengarang dan buku harus terpisah. ”Nah, software yang ada waktu itu menggabungkan keduanya, sehingga tabel itu jadi lebih rumit karena memuat data pengarang 1, pengarang 2, dan seterusnya,” kata Hendro.

Teknologi yang digunakan dalam software itu pun umumnya memakai bahasa pemrograman Perl dan C++ yang relatif lebih sulit dipelajari oleh para pustakawan departemen yang tak punya latar belakang ilmu teknologi informasi. Selain itu, beberapa perangkat lunak tersebut sudah tidak aktif atau lama sekali tidak muncul versi terbarunya.

Dengan berbagai pertimbangan itu, mereka memutuskan membuat perangkat lunak yang baru sama sekali dengan memanfaatkan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL, yang mereka pelajari secara otodidak. ”Kami semua berlatar belakang pustakawan. Kebetulan kami suka pada teknologi informasi dan sama-sama mempelajarinya,” kata Arie.

Karena awalnya dikembangkan di perpustakaan yang berlokasi di kawasan Senayan dan nama itu dirasa cocok dan punya nilai pasar yang bagus, aplikasi sistem perpustakaan itu pun dinamai seperti tempat kelahirannya.

Senayan berukuran kecil dan sangat mudah dipasang di komputer, baik yang memakai sistem operasi Linux maupun Windows. ”Besar seluruh file program, termasuk program Linux, kurang dari 1 gigabita,” kata Arie saat menjaga gerai Senayan di pameran Global Conference on Open Source di Hotel Shangri-La Jakarta, 27 Oktober lalu.

Meski dibangun di atas platform GNU/Linux, Senayan bisa berjalan hampir di semua sistem operasi komputer, termasuk Windows dan Unix. Untuk memudahkan interaktivitas pengguna, aplikasi ini juga memakai teknologi AJAX (Asynchronous JavaScript and XML) untuk tampilannya di peramban. Beberapa software bersumber terbuka lain juga dipasang di Senayan untuk memperkaya fiturnya, seperti genbarcode untuk pembuatan barcode, PhpThumb untuk menampilkan gambar, dan tinyMCE untuk penyuntingan teks berbasis web.

Yang terpenting, Senayan dirancang sesuai dengan standar pengelolaan koleksi perpustakaan, misalkan standar pendeskripsian katalog berdasarkan ISBD yang juga sesuai dengan aturan pengatalogan Anglo-American Cataloging Rules. Standar ini umum dipakai di seluruh dunia. ”Karena yang mengembangkan adalah para pustakawan, kami berani menjamin bahwa aplikasi ini sesuai dengan standar yang dibutuhkan pustakawan di dalam dunia kerjanya,” kata Hendro.

Untuk mengembangkan Senayan, Hendro dan Arie mengajak anggota di mailing list ISIS (ics-isis@yahoogroups.com)—kelompok diskusi para pustakawan pengguna perangkat lunak manajemen perpustakaan milik UNESCO—bergabung. Beberapa pustakawan lain menanggapi rencana mereka, bahkan turut membantu mengembangkan peranti lunak itu.

Jadilah Senayan versi beta yang hanya beredar di kalangan pustakawan di kelompok diskusi itu. Merekalah yang menguji dan kemudian memperbaiki bolong-bolong dalam program tersebut. Akhirnya, setelah program itu dirasa cukup stabil, Senayan dirilis ke publik pada November 2007, bertepatan dengan ulang tahun Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional yang ketiga.

Sebenarnya Senayan belum sempurna saat itu, tapi Hendro merasa bahwa program ini harus segera digunakan, terutama agar pustakawan di kantornya terbiasa dengan program baru ini dan mempercepat migrasi dari Alice. ”Semula kami pakai program Senayan dan Alice secara bersamaan, tapi ketika pengunjung sedang ramai, para pustakawan cenderung memakai Alice. Akhirnya kami matikan Alice sama sekali, dan mereka terpaksa hanya memakai Senayan,” kata Hendro.

Seperti yang mereka perkirakan sebelumnya, beberapa kegagalan terjadi ketika program itu dijalankan. Arie, yang bertugas menjaga kelancaran migrasi itu, mendapat keluhan bertubi-tubi dari para pengguna dan harus langsung memperbaiki program itu. ”Bugs (gangguan pada program) memang masih banyak pada program awal ini,” kata Arie, yang kini menjadi dosen teknologi informasi di almamaternya, Universitas Indonesia.

Tiga bulan berikutnya, Hendro mengundang beberapa pustakawan yang aktif di mailing list ISIS untuk menghadiri Senayan Developer’s Day—acara perekrutan tenaga pengembang program itu. Dari acara tersebut, terpilihlah empat nama: Purwoko, pustakawan Fakultas Geologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta; Wardiyono, programer sebuah organisasi lingkungan; Sulfan Zayd, pustakawan di Sekolah Mentari; dan Arif Syamsudin, pustakawan di Sekolah Internasional Stella Maris.

Selama tiga hari para pustakawan terpilih itu berkumpul dan berkonsentrasi dalam penambahan fitur, perbaikan, dan pembaruan dokumen Senayan. Hasilnya, mereka meluncurkan Senayan versi yang lebih stabil dan dokumen program. Maret tahun berikutnya mereka berkumpul kembali dengan kegiatan yang sama.

Belakangan, mereka mendapat bantuan dari Tobias Zeumer, programer di Jerman. Zeumer mengganti program multibahasa Senayan dengan PHP Gettext, standar program multibahasa di lingkungan peranti lunak sistem terbuka. ”Dia peduli pada pengembangan Senayan dan salah satunya adalah menambahkan fitur bahasa Jerman pada Senayan,” kata Hendro.

Selain terus memperkaya Senayan, tim pengembang terus membuat paket program untuk memudahkan pemasangan. Paket yang disebut Portable Senayan (psenayan) ini berisi program Senayan, Apache (program untuk server), PHP, dan MySQL. Pengguna tinggal mengopi, mengekstrak, dan langsung menggunakannya pada komputer atau server masing-masing.

Ketika dirilis pertama kali, Senayan baru diunduh 704 kali. Angka ini melonjak menjadi 6.000 kali lebih pada Desember 2007 dan 11 ribu lebih Januari 2008. Adapun pada Oktober lalu program itu sudah diunduh hampir 27 ribu kali. Dengan demikian, total sudah 250 ribu kali lebih program itu diunduh.

Karena dapat diunduh secara bebas, Hendro dan kawan-kawan tak tahu persis berapa banyak pengguna aplikasi ini. Tapi sedikitnya ada sekitar 218 perpustakaan dan lembaga lain yang mengaku memakai Senayan, seperti Pusat Studi Jepang UI, Perpustakaan Kedokteran Tropis UGM, Sekolah Indonesia-Kairo di Mesir, Perpustakaan Indonesian Visual Art Archive, Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Rumah Sakit M.H. Thamrin Cileungsi, Institut Bisnis dan Informatika Indonesia, serta Perpustakaan Umum Kabupaten Pekalongan.

Senayan kini sudah berkembang jauh. Ia tak hanya menampilkan data buku, tapi juga dapat menampilkan gambar, suara, buku elektronik, dan bahkan video. Hendro dan timnya juga sedang mengembangkan agar setiap server pengguna Senayan dapat saling ”bicara”, sehingga nanti dapat dibangun sebuah gerbang pencarian data buku dalam jaringan yang dapat menelusuri semua katalog. ”Nanti akan ada sebuah gerbang agar pencarian buku cukup melalui satu situs saja,” kata Arie.


[sunting] Lisensi

Karena pertama kali dikembangkan dengan dana APBN, maka untuk menjamin agar SLiMS bisa digunakan, didistribusikan dan dimodifikasi dengan bebas oleh seluruh rakyat Indonesia, SLiMS dirilis dengan lisensi GNU General Public License versi 3.


[sunting] Union Catalog Server

Untuk memenuhi kebutuhan pembuatan katalog induk, maka sejak versi Senayan 3 Stable14, ditambahkan fitur Union Catalog Server (UCS). Katalog induk adalah katalog yang rekod katalog-nya merupakan gabungan dari dua perpustakaan atau lebih. Dengan UCS maka perpustakaan-perpustakaan bisa menggabungkan rekod katalog mereka ke dalam sebuah katalog besar yang memudahkan pemustaka dalam menemukan koleksi yang mereka butuhkan. Beberapa contoh dari katalog induk online yang sudah berjalan dengan menggunakan UCS adalah:

* Jogjalib
* Makassarlib
* Primurlin


[sunting] Pranala luar

* Situs resmior http://slims.web.id/web/
* "Inilah Para Pemenang INAICTA 2009". KOMPAS. http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/07/30/08065299/inilah.para.pemenang.inaicta.2009. Diakses pada 19 Oktober 2009.
* "Kelola Perpustakaan Lebih Baik dengan SENAYAN Library Automation". Teknopreneur. http://www.teknopreneur.com/content/kelola-perpustakaan-lebih-baik-dengan-senayan-library-automation.
* Daftar Perpustakaan Pengguna Senayan
* Menata Kitab dengan Senayan

Kamis, 26 Januari 2012

Komunitas SLiMS + Atpusi di "Jogja itoe Boekoe"


GRATIS.....!!!!!!!



Komunitas SLiMS dan ATPUSI (Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah) DIY diberi kesempatan mengisi talkshow di acara pameran BUKU, tanggal 4 februari 2012 jam 13.30-15.30 di Mandala Bhakti Wanitatama. (Acara lengkap Pesta Buku 2012 ada di sini)

Acara ini akan membahas pengelolaan perpustakaan sekolah dari pandangan ATPUSI dan juga komunitas SLiMS, dengan tema

"peran daan tenatangan pustakawan sekolah dalam peningkatan minat baca dalam era informasi"


Komunitas SLiMS akan menghadirkan saudara Heri Abiburachman Hakim, pustakawan di perguruan tinggi negeri di Jogjakarta dengan segudang pengalaman di dunia kepustakawanan. Selain itu juga aktif menulis dan menjadi trainer pustakawan.

Bagi para pengelola perpustakaan sekolah ayo datang dan ikut diskusi. Gratis stiker SLiMS, dan khusus CD master SLiMS full version+manual+file plugin bagi yang beruntung. Bagi yang ingin konsultasi SLiMS juga dilayani....
Sst, ada developer SLiMS yang baru bergabung datang juga loh. Jadi anda bisa kenalan.
Pendaftaran/Konfirmasi kehadiran anda di:
http://jogjalib.net/talkshow/




Senin, 23 Januari 2012

Reportase Sinau bareng 21 Januari 2012 #SLiMS Jogja

Terimakasih kepada pihak SMA Muhammadiyah 1 Jogjakarta, Perpustakaan dan para pustakawan  SMA Muhammadiyah 1 Jogja, para pegiat SLiMS yang berkenan datang (Solo, Purworejo, Wonogiri, dan wilayah jogja pada umumnya).

===================

Acara kesekian kali komunitas SLiMS Jogjakarta kali ini digelar di Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Jogjakarta (MUHI).  Memasuki perpustakaan MUHI seperti masuk perpustakaan sekolah di luar negeri, selain karena luas perlengkapan dan fasilitas yang adapun lengkap. Termasuk penggunaan SliMS dengan berbagai inovasinya.

Inovasi itu pulalah yang dipaparkan sebagai pengantar dalam belajar bersama kali ini.

Acara dimulai pukul 12.30, tepat setelah  sholat Dhuhur dilaksanakan secara berjamaan di masjid MUHI. Menjadi moderator pada acara ini adalah mas Heri Abi (Pustakawan ISI).  Dalam sambutannya, Kepala SMA MUHI memberikan ucapan selamat datang dan mempersilakan para hadirin untuk belajar bersama di perpustakaan MUHI. Selain itu beliau juga mengungkapkan pentingnya perpustakaan sebagai sebuah sarana belajar, bukan hanya pada masa sekarang namun sejak jaman dahulu. Purwoko, mewakili komunitas SLiMS Jogja menyampaikan terimakasih pada semua hadirin yang berkenan datang pada acara belajar bersama di MUHI "Selamat datang para peserta sekalian di kampus pergerakan, sebuah kampus yang dibangun dengan semangad Al-Ma'un ala Muhammadiyah, sebuah pergerakan yang dibangun oleh kyai Dahlan" ungkap Purwoko. "Hidup-hidupilah perpustakaan dan jangan mencari penghidupan dari perpustakaan" lanjutnya sebagaimana memodifikasi semboyan kyai Dahlan tentang Muhammadiyah. Sebelum menutup sambutan, Purwoko menyempatkan diri untuk mengenalkan personil SDC yang baru, yaitu mas Eddy Subratha yang juga merupakan alumni SMA Muhammadiyah 1 Jogjakarta. Mas Eddy bergabung di SDC sejak Januari 2012. Sebagaimana diketahui, mulai Januari 2012 ada penambahan 2 personil SDC. Selain mas Eddy, bergabung pula dalam SDC mas Indra Sutriadi Pipii dari Kotamobagu Gorontalo.






Acara berikutnya adalah pemaparan inovasi SLiMS oleh pak Maryanto dari tim TI MUHI. Pak Maryanto memaparkan bahwa SLiMS dipilih karena SLiMS dapat menjanjikan perkembangan yang tidak begitu saja didapatkan denga mudah dari sistem sebelumnya. Bahkah di MUHI, laporan di SLiMS telah dikembangkan sesuai standar pelaporan perpustakaan sekolah. Selain itu data member SLiMS dan PAS (Paket Aplikasi Sekolah) telah dapat di syncronize.

Acara belajar bersama ini dibagi dua, pemula dan lanjutan. Pemula mempelajari cara menginstal dan mengenal modul-modul dalam SLiMS, sedangkan kelas lanjutan mempelajari modifikasi dan trouble shooting SLiMS.

Muncul beberapa masalah yang diungkap pada kelas lanjutan:

  1. import data anggota, tanggalnya tidak ikut masuk

  2. print label dan kartu, garis tidak ikut tercetak

  3. sirkulasi tidak jalan

  4. upgrade dong

  5. kartu dua sisi

  6. mempertebal label

  7. dan berbagai masalah lainnya



















Acara berakhir kurang lebih pukul 15.45. Sebelum acara berakhir ada salah seorang peserta yang berminat membaw even belajar bareng ini di institusinya, yaitu di sebuah perpustakaan universitas swasta ternama di Jogja. Komunitas sangat berterimakasih pada pihak yang berminat pada acara ini, baik ditempati atau ikut bergabung.

Semoga sukses.

Minggu, 15 Januari 2012

Belajar Bersama Edisi Januari 2012

Komunitas SLIMS Yogya mungkin sudah tahu betapa penting sebuah komitmen untuk secara bersama-sama berbagi ilmu pengetahuan khususnya di bidang pengembangan perpustakaan digital di Indonesia. Untuk membangun sebuah komitmen perlu dilakukan sebuah bukti nyata untuk mewujudkan sebuah kemajuan khususnya dibidang pengembangan perpustakaan digital di Indonesia. Dan salah satu bentuk komitmen dari Komunitas SLIMS Yogyakarta adalah dengan mengadakan kegiatan Rutin yang bertemakan Diskusi dan Berbagi ilmu pengetahuan Khususnya dibidang pengembangan Perpustakaan Digital dengan menggunakan Program bernama SLIMS (Sebelumnya dikenal dengan Senayan).

Acara ini juga GRATIS .

Hari/ Tanggal : Sabtu, 21 Januari 2012 pukul : 12.00 – selesai

Lokasi : SMA Muhammadiyah 1 yogyakarta bawa : snack sendiri2 ya...

lokasi:

http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF&msa=0&msid=109968486189537098088.000491fbcc1b7c94d728f

Konfirmasi kehadiran sms : CP :- Sumaryanto atau http://jogjalib.net/belajar/

undangan silakan unduh di http://upload.ugm.ac.id/559undanganslims.jpg

(teks  berita dan gambar: Tarto, undangan by Sumaryanto)

Rabu, 11 Januari 2012

Ibra FOS ke SLiMS (Migrasi)

sumber http://purwoko.staff.ugm.ac.id/web/index.php/2010/09/22/ibra-foss-ke-slims/

Sebagaimana diketahui, SLiMS memiliki fitur eksport dan import data. Dimana memungkinkan kita membuat sebuah database dengan format csv seperti di SLiMS dan mengimportnya.

Atau mengambil database tertentu untuk kemudian memformat sesuai csv SLiMS dan mengimportnya ke SLiMS.

Pada postingan kali ini, saya akan memberikan sebuah tips untuk mengeksport database IBRA FOSS agar dapat dimodifikasi dan dimigrasikan ke databas SLiMS.

Database IBRA yang saya jadikan rujukan adalah IBRA FOSS yang terdapat di http://mitraperpustakaan.com
Dalam database ibrav3_opensource terdapat beberapa tabel, yaitu:
* abstraksi
* buku
* conifos
* conuser
* digital
* digital_abstraksi
* inventaris
* menu
* statistik
* user

Dalam hal ini yang akan kita migrasikan hanya dari tabel buku, yang memuat data bibliografi koleksi, dan tabel inventaris yang memuat data item buku.

Pertama:
Saya asumsikan yang mencoba memiliki database IBRA. Download file export_ibra.php dan submenu.php di SINI dan copikan di /admin/modules/bibliography/

Kedua:
buat duplikasi sysconfig.inc.php di Senayan anda, caranya klik file tersebut dan copy-paste. File baru hasil copian berinama, misalnya: sysibra.inc.php

Ketiga:
edit file sysibra.inc.php, cari konfigurasi database dan isikan sesuai database ibra anda, misalnya:
define(’DB_HOST’, ‘localhost’);
define(’DB_PORT’, ‘3306′);
define(’DB_NAME’, ‘databaseibra’);
define(’DB_USERNAME’, ‘root’);
define(’DB_PASSWORD’, ‘admin’);

Ingat, konfigurasi ini ada dalam file sysibra.inc.php, bukan di sysconfig.inc.php.

Keempat:
Buka file export_ibra.php yang tadi anda download, yang sudah ada kopikan di
/admin/modules/bibliography/
Cari baris 25 yang berisi :
require ‘../../../sysconfig.inc.php’;
Ubah menjadi:
require ‘../../../sysibra.inc.php’;

Dengan demikian maka export_ibra.php akan membaca database dari sysibra.inc.php yaitu database ibra anda sesuai langkah ketiga.

Kelima:
Buka Senayan anda, masuk ke halaman administrasi, masuk ke modul bibliografi, maka seharusnya anda menemukan tampilan ini:


Keenam:
Lakukan proses eksport, maka anda akan mendapatkan database csv dengan format sebagai berikut:
“Perpustakaan kita”,”2nd”,”isbn”,”Bentang Budaya”,”2010″,”ii; 89 hlm.; ilus “,”700 Puj p”,”Ind”,”Yogyakarta”,”perpustakaan”,”",”<123><345>“,”Pengarang”,”subyek”

Nah, setelah itu anda dapat mengolahnya dengan Openoffice Calc atau Excell, sesuai csvnya SLiMS dan mengimportnya ke SLiMS lewat Modul Bibliography.

Bagaimana dengan jenis database lainnya (openbiblio, phpmylibrary, atau database ibra anda tidak sama dengan contoh di atas), silakan mencoba dengan melakukan modifikasi di export_ibra.php pasti bisa.

Selamat mencoba.

Selamat mencoba.

tambahan 12/1/2012. Script migrasi dari OB, Siprus, Ibra ke SLiMS download di sini

Selasa, 10 Januari 2012

Seseorang di Balik Irigomi.com

Irigomi, adalah sebuah blog yang kaya informasi khususnya terkait SLiMS dan perpustakaan. Tak dinyana, ternyata penulisnya memiliki kisah inspiratif yang layak ditiru:

selengkapnya:

sumber: http://irigomi.com/seseorang-di-balik-irigomi.html

Siapa yang menyangka perjalanan hidup saya akan singgah di sini? Di sebuah perpustakaan SD sebagai petugas pengelola perpustakaan. Latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan apa yang saya kerjakan saat ini. Ya, saya hanya seorang lulusan SMK Pertanian dan Kehutanan jurusan Perkebunan yang biasa memegang cangkul dan parang.

Tahun 1998 saya mulai masuk ke beberapa SD di sekitar Imogiri sebagai pembina Pramuka. Hingga Juli tahun 2000, saya masuk di SD Tunggalan III desa Sriharjo, Imogiri, sebagai seorang honorer pesuruh SD (baca: tukang kebun). Tugas saya saat itu antara lain membuka pintu sekolah di pagi hari, membuatkan minum bagi Kepala Sekolah dan Guru, menyapu dan bersih-bersih lingkungan SD serta tugas-tugas lain yang biasa dikerjakan oleh seorang pesuruh.

Pada tahun 2003/2004 pemerintah menjalankan program regrouping beberapa SD. Salah satu sekolah yang diregrouping adalah SD Tunggalan III. SD Tunggalan III digabung dengan SD Tunggalan I yang masih berada dalam satu kelurahan Sriharjo menjadi SD Tunggalan (cikal bakal SD Sriharjo). Saat itulah perjalanan ini dimulai. Dikarenakan dari SD Tunggalan I sudah ada pesuruh yang berstatus PNS, maka oleh Kepala Sekolah yang baru Bp. Ponikir Widiarno, A.Ma.Pd., tugas saya diubah. Saya yang sebelumnya adalah pesuruh SD, setelah regrouping tersebut ditugaskan sebagai pengelola perpustakaan SD Tunggalan.

Hanya berbekal niat dan ikhlas (tanpa bekal ilmu), saya jalankan tugas tersebut sebisa saya. Benar-benar dari nol. Dari sekedar membersihkan ruangan, merapikan buku-buku di almari yang jumlahnya tidak sampai 1000 eksemplar, serta melayani anak-anak yang ingin membaca di tempat (belum dipinjamkan/bawa pulang). {Menurut kata orang pinter, keadaan saat itu adalah perpustakaan yang hanya sekedar ada, sebagai gudang penyimpanan tumpukan buku. Ya, hanya buku-buku tertumpuk. Tidak ada inventarisasi atau apapun. Hanya sekedar stempel sekolah saja yang ada pada buku-buku tersebut.}

Hal tersebut berjalan sampai Mei 2006. Gempa Bumi Bantul, 27 Mei 2006 menghancurkan semua. Tanpa tersisa sedikit pun jua. Hanya puing-puing bangunan yang menandakan bahwa kemarin/dulu di situ ada bangunan sekolah SD Tunggalan.

Pelan-pelan kami kumpulkan barang yang tersisa. Buku-buku banyak yang hilang dan rusak oleh air hujan. Berminggu-minggu kami keluarga besar SD Tunggalan berbenah mengumpulkan puing-puing yang terserak.

Juni – Agustus 2006, bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi terus berdatangan. Sekolah-sekolah darurat dibangun untuk melanjutkan kegiatan pendidikan yang beberapa saat terhenti. Tanpa diduga sebelumnya, SD Tunggalan tempat saya mengabdi mendapat bantuan dari sebuah yayasan yang berkantor di Bali. Yayasan MUM (Manusia Untuk Masyarakat) – Bali, yang donaturnya dari orang-orang luar negeri yang peduli kepada Indonesia.

Yayasan MUM-Bali memberi bantuan gedung sekolah beserta segala isinya untuk SD Tunggalan. Bantuan tersebut antara lain 6 ruang kelas, 1 ruang komputer, 1 ruang perpustakaan, dan 1 ruang laboratorium. Sangat lengkap dan mewah untuk ukuran SD di wilayah Imogiri. Dalam benak saya timbul pikiran, “Dengan fasilitas yang lengkap dan mewah ini, sungguh sayang jika tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh kami, warga SD Tunggalan.”

Pada Agustus 2006 tersebut, oleh Kepala Sekolah, saya diberi tambahan tugas untuk memberi bimbingan belajar komputer bagi siswa SD Tunggalan. Padahal komputernya belum tiba dan saya sama sekali belum bisa komputer, bahkan bagaimana menghidupkan komputer pun saya belum tahu?! (Gaptek banget nih, orang… :D ) Dengan modal nekat, tugas itu saya sanggupi. (OK, saya berani!). Berbekal buku modul kursus MS Office milik seorang teman, saya mengajar komputer untuk anak-anak siswa SD Tunggalan di sekolah darurat tersebut. Dengan gambar-gambar yang ada di buku, saya jelaskan maksud dari pelajaran tersebut. Belum ada komputer, dan saya pun sama sekali belum bisa/punya komputer. (Nekad dan nekad! Show must go on!!).

Alhamdulillaah, rejeki pun datang. Nopember 2006 saya bisa ikut kursus komputer. Dasar-dasar MS Word dan MS Excel. Itu pun hanya 13 kali pertemuan. Yach, lumayanlah untuk bekal membimbing anak-anak.

Pada bulan Nopember 2006 itu juga, turun SK Bupati Bantul tentang penggabungan/regrouping 2 SD antara SD Tunggalan dan SD Gondosuli (keduanya di wilayah desa Sriharjo, berjarak sekitar 300 meter) menjadi satu SD yang bernama SD Sriharjo Imogiri dengan Kepala Sekolah yang baru yaitu Bp. Drs. Sutapa, M.Pd..

Di SD Sriharjo tersebut, tugas saya masih sama yaitu mengelola perpustakaan dan memberi bimbingan anak-anak belajar komputer. Perpustakaan SD Sriharjo yang baru, cukup bagus (koleksi, ruangan dan perabotannya). Dengan bantuan sekitar 1500 buku, saya menjalankan (baca : menjaga) perpustakaan itu. Belum ada perubahan dalam pengelolaannya, masih sekedar ada saja. Saya tahu kekurangan tersebut. Namun, saya belum bisa mengatasinya. (sudah ada gagasan, tapi belum mampu mewujudkannya).

Dalam keadaan yang tidak menentu karena gempa bumi itu, saya mencari hiburan di warnet bersama teman. Ya, saya pertama kali mengenal warnet sekitar Desember 2006. Membuka Google saja masih bingung. Saya tidak mengada-ada, tapi itulah kenyataannya.

Satu yang hampir saya lupakan. Saya mengenal internet pertama kali melalui sebuah tabloid handphone “PULSA”. Hingga saya bela-belain membeli ponsel Siemens C75 menggunakan bantuan dana rekonstruksi yang saya terima. Itulah tonggak awal saya mengenal IT. Melalui ponsel tersebut saya belajar browsing, download dan membuat e-mail. Lama-lama jenuh juga. Saya merasa ponsel masih kurang leluasa untuk digunakan sebagai alat belajar dan berkreasi. Saya ingin alat yang lebih lengkap fiturnya, dan itu adalah komputer. Tapi bagaimana caranya untuk memiliki komputer yang harganya pasti berjuta-juta? (pikir saya saat itu.)

Sambil menabung, saya hampir tiap seminggu sekali main ke sebuah warnet. Tujuan ke warnet saat itu bagi saya adalah hiburan. Sekedar hiburan saja, tidak lebih. Sebab walaupun sering ke warnet, saat itu saya belum mampu mengoperasikan komputer dengan baik dan benar. Tahunya hanya buka Google dengan kata kunci “bla… bla… bla….” itu saja. Yang saya dapatkan selepas dari warnet, hanya sekedar rasa senang. Tidak lebih.

1 Juli 2007 akhirnya saya bisa memiliki sebuah komputer. Saya membeli di pameran komputer dengan harga 1,3 juta rupiah. Spesifikasi Intel Pentium III 800 MHz, ram 256 MB, harddisk 10 GB dan monitor 17 inchi. Senang rasanya, bisa belajar komputer sendiri di rumah.

Acara main ke warnet masih terus berjalan. Pada tanggal 17 Juli 2007, saya ditawari oleh pemilik warnet langganan saya untuk menjadi operator di sana menggantikan seorang operator yang keluar. Padahal saat itu saya belum tahu apa-apa tentang komputer, internet dan jaringan. Tantangan berat, nih. OK, saya sanggupi. Sekalian belajar lebih banyak tentang IT. Terlanjur basah…. Menyelam sekalian, dech…..

Pada awal-awal kerja, saya sering dikerjain oleh sesama teman operator. Entah itu billingnya atau komputernya. Bingung juga saya, saat itu. Tapi, ternyata hikmahnya banyak sekali. Di warnet itulah saya belajar tentang komputer, internet dan networking. Tapi hanya dasarnya saja, sekedar memperlancar operasional warnet. Belajar olah grafik untuk cetak photo dengan photoshop dan corel draw. Surfing mempelajari berbagai hal yang saya senangi. Dari dasar html, joomla, grafis, animasi sederhana, program 3 dimensi Blender dan Cinema 4D sampai tentang nguprek-uprek komputer. Saya benar-benar merasakan manfaat internet sebagai pusat belajar saya.

Sebagai korbannya adalah komputer saya yang di rumah. Sering saya jadikan kelinci percobaan. Belajar instal ulang berkali-kali. Sampai-sampai suatu saat harddisknya rusak. (repot, nih…) Tapi itulah proses belajar. Perlu modal niat, pikiran dan materi juga.

Perjalanan saya terus berlanjut. Malam kerja di warnet, dan pagi hari di sekolah. Hingga Desember 2007, oleh Kepala Sekolah saya diberi tugas untuk mengikuti Diklat Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Dasar di UGM dengan penyelenggara ASKADOL. Di sanalah saya pertama kali bertemu mas Purwoko, mas Heri Abi Burachman dan mas Arif Surachman. Berkat beliau bertiga, saya mengenal pengelolaan perpustakaan. Dari mas Purwoko saya mendapat informasi tentang otomasi perpustakaan, WINISIS, Openbiblio dan PSenayan. Dan itu sejalan dengan gagasan saya, ingin mengoptimalkan sumber daya yang ada di SD Sriharjo untuk perpustakaan.

Sepulang dari diklat itu, banyak gagasan yang ada di kepala saya untuk memajukan perpustakaan SD Sriharjo. Tapi gagasan tinggal gagasan yang belum bisa terlaksana dikarenakan kesibukan yang dijalani. Sebab saya di Sekolah selain bertugas sebagai pengelola perpustakaan juga membimbing pelajaran TIK. Selain itu kesibukan yang banyak menyita adalah tugas membantu administrasi sekolah. Maklum saat itu belum ada karyawan khusus yang menangani administrasi. Jadi ide-ide perpustakaan sementara hanya terpendam dalam benak saya.

Pucuk di cinta, ulam pun tiba… begitu pepatah mengatakan. Kesempatan itu akhirnya datang juga. SD Sriharjo Imogiri ditunjuk oleh pengawas TK/SD kecamatan Imogiri (saat itu dibimbing oleh Ibu Hj. Dra. Ratna Susantiningsih, M.Pd.) untuk mewakili Imogiri dalam Lomba Kinerja Perpustakaan tingkat Kabupaten Bantul.

Saya diberi tugas untuk mempersiapkan perpustakaan untuk menghadapi lomba tersebut. Kepada Kepala Sekolah saya sampaikan bahwa saya butuh bantuan tenaga pengelola perpustakaan. Sekalian untuk menambah nilai (pendidikan saya bukan perpustakaan, butuh yang berpendidikan perpustakaan sebagai pustakawannya untuk mencapai nilai yang bagus), SD Sriharjo meminta tolong kepada mbak Nurul Sinto Ambawani, S.IP. untuk menjadi Pustakawannya di dalam struktur organisasi.

Bersama mbak Nurul saya mempersiapkan perpustakaan. Beliau yang mengklasifikasi sampai katalogisasi. Saya menggarap komputerisasi perpustakaannya. Dari berbagai open source otomasi yang ada, saat itu pilihan saya jatuh pada Psenayan3-Stable2. Kelihatannya keren. Tapi saya harus merubah banyak untuk diaplikasikan di sekolah dasar. Sebab sasaran utamanya adalah anak-anak. Dari segi tampilannya saya harus merubah sesuai karakter anak SD. Tapi kok bahasa Inggris?? Anak SD belum bisa menggunakannya Bingung juga saat itu. Terpaksa saya beranikan nguprek-uprek kode-kode Psenayan agar bisa berbahasa Indonesia. Modal saya hanya sedikit pengalaman bahasa html dan sedikit pengetahuan dari Joomla. Saya mempelajari kode-kode PHP melalui Psenayan itu. Alhamdulillaah…. Kesampaian juga keinginan saya untuk sistem otomasi di perpustakaan SD Sriharjo menggunakan PSenayan.

Menjelang penilaian perpustakaan SD tingkat Kabupaten Bantul pada bulan Oktober 2008, semua persiapan telah selesai. Administrasi dan kelengkapannya yang manual dah beres. Otomasi dah siap, walaupun belum sempurna. Belum ada barcode scannernya. Yang penting sudah masuk database dulu. Sirkulasi sedikit demi sedikit mulai berjalan. Tinggal menunggu kehadiran tim penilai saja.

Alhamdulillaah usaha itu tidak sia-sia. Pada tingkat kabupaten, kami bisa mewakili kabupaten Bantul untuk tingkat propinsi D.I. Yogyakarta. Apa yang saya perbuat belum apa-apa. Saya tidak mengharapkan prestasi. Dalam benak saya hanya menjalankan tugas sebaik-baiknya yang saya bisa. Kalau saya tidak bisa, saya akan berusaha mengetahui bagaimana cara untuk mengatasinya.

Setelah hari penilaian tersebut, saya berusaha untuk meningkatkan pengelolaan perpustakaan SD Sriharjo. Saya telah banyak belajar dari mbak Nurul Sinto A yang saat itu telah kembali ke tempat tugasnya di SD Pundung Imogiri. Sebuah pengalaman yang berharga bisa bekerja sama dengan beliau. Seorang pustakawan dari S1 Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pelan-pelan kegiatan perpustakaan SD Sriharjo terus berjalan. Naik turunnya grafik adalah hal yang lumrah. Namun secara garis besar, animo anak-anak untuk memanfaatkan perpustakaan meningkat. Itu yang saya sukai. Saya semakin asyik berpetualang di rimba buku…. bersama anak-anak siswa SD Sriharjo.

Pada tahun ajaran baru 2009 – 2010, terjadi perubahan dalam pembagian tugas personal di SD Sriharjo Imogiri. Pejabat Kepala Sekolah telah berganti pula. SD Sriharjo dipimpin oleh Bp. Drs. Sutaryana Sejak bulan Juli 2009, jatah saya hanya mengurusi perpustakaan saja. Tidak lagi mengajar komputer atau mengerjakan tugas administrasi sekolah. Pikiran saya bisa lebih fokus di perpustakaan. Apalagi, mulai saat itu, dalam jadwal pelajaran sehari-hari, ada jam-jam khusus dari semua kelas untuk masuk ke ruang perpustakaan. Masing-masing kelas mendapatkan 2 jam pelajaran wajib kunjung ke perpustakaan di setiap minggunya.

Di situ saya mulai berpikir, “apa sih, yang akan saya lakukan untuk mereka agar pola pikir anak-anak bisa berbeda dari pada sebelum masuk ke perpustakaan?” Sulit juga untuk menjawab pertanyaan itu. Hal tersebut dikarenakan masih banyak teman-teman guru yang seolah acuh tak acuh terhadap perpustakaan. Selain itu berbagai kendala lain yang tak bisa saya sebutkan di sini, menjadi hambatan yang kadang sulit saya hindari. Namun, saya terus melangkah. Sekali lagi niat saya adalah menjalankan tugas sebaik-baiknya. Saya tidak mencari keuntungan apapun atas tugas yang saya kerjakan. Saya hanya ingin belajar, bagaimana bisa bermanfaat bagi orang lain.

Atas inisiatif saya sendiri, saya mewajibkan anak-anak yang masuk perpustakaan untuk membawa buku catatan perpustakaan. Saya ingin agar mereka mencatat apa saja yang mereka baca di perpustakaan. Terserah, bebas sesuai kesenangan mereka. Satu tujuan saya, bahwa apa yang mereka baca sebelumnya, tidak akan lekas hilang dengan catatan yang mereka buat. Bagi saya, di situlah makna belajar mandiri. Mereka belajar memahami apa yang mereka baca. Kemudian mereka belajar untuk menuangkannya dalam bentuk catatan. Walaupun hanya sekedar beberapa kalimat saja. Apabila mereka terbiasa memahami apa yang mereka baca, maka tak akan sulit bagi mereka untuk memahami pelajaran mereka di kelas. Hanya itu maksud saya, mewajibkan mereka untuk mencatat di setiap jam kunjungan wajib mereka. Dan semoga langkah yang saya ambil ini bisa mereka rasakan manfaatnya, nanti…..

Sampai akhirnya pada bulan Desember 2009, Perpustakaan SD Sriharjo Imogiri mewakili Kabupaten Bantul dalam lomba Kinerja Perpustakaan SD tingkat Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sungguh tidak saya duga sebelumnya, dengan segala kendala yang saya hadapi dan keterbatasan yang ada, kami diberi kehormatan untuk menjadi peringkat pertama di tingkat propinsi dan menjadi wakil Yogyakarta di ajang Lomba Kinerja Perpustakaan SD tingkat Nasional.

Ya… Alloh, mampukah saya? Begitu berat amanah ini. Pantaskah kehormatan ini kami sandang? Satu yang saya pikirkan. Bahwa perpustakaan bukan hanya sekedar koleksi, sarana dan prasarana serta SDM-nya. Ketiga faktor tersebut, kami masih kurang. Satu lagi yang lebih penting. Benarkah perpustakaan SD Sriharjo sudah bisa berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah kami? Sulit bagi saya untuk menjawabnya. Kami masih jauh dari semua itu…. Namun tugas tetaplah tugas yang harus saya laksanakan dengan sebaik-baiknya. Sekali lagi, saya tidak pernah berpikir untuk sebuah prestasi. Sebab prestasi bagi saya hanyalah sebuah perhiasan yang menyilaukan, yang yang akan membuat kita terpeleset jika terlalu silau kepadanya….. Saya hanya berpikir, bagaimana perpustakaan di sekolah kami bisa bermanfaat maksimal bagi kami di SD Sriharjo khususnya. Dan itu belum bisa saya/kami capai.

Waktu pun terus berjalan, begitu pula langkah kaki saya. Masih banyak kerikil tajam yang menggores telapak kaki ini. Kadang perih. Namun apa boleh buat, saya harus melaksanakannya.

Teriring ucapan terimakasih sedalam-dalamnya kepada yang terhormat:

  1. Bp. Drs. Abani (Camat Kecamatan Imogiri)

  2. Bp. Drs. Sapto Priyono (mantan Ka UPT PPD Kec. Imogiri)

  3. Bp. Drs. Sumarjono (Ka UPT PPD Kec. imogiri)

  4. Ibu Hj. Dra. Ratna Susantiningsih, S.Pd.

  5. Bp. H. Drs. Sutapa, M.Pd.

  6. Bp. Drs. Sutaryana

  7. Ibu Sri Ning Lestari, S.Pd.

  8. Bp/Ibu Guru dan Karyawan SD Sriharjo

  9. Komunitas SLiMS Jogja

  10. Serta semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.


Bahwa merekalah yang selalu mengiringi langkah saya dari awal hingga hari ini. Semoga Alloh SWT senantiasa melimpahkan nikmat, rahman dan rahiimNya serta barokah kepada mereka semua… Amiien.

Revisi : Juni 2011

Software Pengelolaan Perpustakaan Senayan Library Management System

sumber: http://irigomi.com/senayan-library-management-system.html

Irigomi.com_110002

Senayan Library Management System (selanjutnya disebut : SLiMS) merupakan sebuah sistem atau software manajemen perpustakaan. Awal kelahirannya merupakan sebuah tantangan untuk menggantikan software perpustakaan lain dari luar negeri yang telah habis masa sewanya di Perpustakaan Kementerian Pendidikan Nasional.

Tantangan tersebut dijawab oleh Hendro Wicaksono yang merupakan Lead Developer SliMS. Seiring berkembangnya kebutuhan perpustakaan maka pihak developer SliMS ini bekerja sama dengan beberapa orang, di antaranya Arie Nugraha, Arif Syamsudin, M. Rasyid Ridho, Sulfan Zayd, Purwoko dan Wardiyono. Kerja sama ini akhirnya membuahkan keputusan untuk melepaskan SLiMS menjadi sebuah software asli Indonesia yang bersifat Open Source. Dengan demikian pengguna SLiMS bebas untuk mendapatkan, mengkopi, memodifikasi dan mendistribusikan atau bahkan mengambil keuntungan dari software ini tanpa menghilangkan sumber utamanya.

Software Open Source Pengelolaan Perpustakaan Senayan Library Management System

Berikut merupakan daftar SLiMS yang telah dirilis dari tahun 2008 hingga saat ini :

Source Senayan :

  • Senayan 3 Stable1, 13 Maret 2008

  • Senayan 3 Stable2, 21 Maret 2008

  • Senayan 3 Stable3, 24 April 2008

  • Senayan 3 Stable4, 1 Juni 2008

  • Senayan 3 Stable5, 18 Agustus 2008

  • Senayan 3 Stable6, 21 September 2008

  • Senayan 3 Stable7, 13 Januari 2009

  • Senayan 3 Stable8, 14 Maret 2009

  • Senayan 3 Stable9, 7 April 2009

  • Senayan 3 Stable10 – Patch1, 22 Juli 2009

  • Senayan 3 Stable11, 17 Oktober 2009

  • Senayan 3 Stable12 Patch 3, 10 Desember 2009

  • Senayan 3 Stable13 Patch 2, 24 Maret 2010

  • Senayan 3 Stable14 (Seulanga), 5 Juni 2010, 24 Juni 2010 (patch1)


Portabel Senayan :

  • Portable Senayan 3.0 (based on senayan3 stable1), 13 Maret 2008

  • Portable Senayan 3.1 (based on senayan3 stable2), 21 Maret 2008

  • Portable Senayan 3.2 (based on senayan3 stable3), 24 Maret 2008

  • Portable Senayan 3.3 (based on senayan3 stable4), 1 Juni 2008

  • Portable Senayan 3.4 (based on senayan3 stable5), 18 Agustus 2008

  • Portable Senayan 3.5 (based on senayan3 stable6), 21 September 2008

  • Portable Senayan 3.6 (based on senayan3 stable7), 13 Januari 2009

  • Portable Senayan 3.7 (based on senayan3 stable8), 14 Maret 2009

  • Portable Senayan 3.8 (based on senayan3 stable9), 7 April 2009

  • Portable Senayan 3.9 (based on senayan3 stable10 – Patch1), 22 Juli 2009

  • Portable Senayan 3.10 (based on senayan3 stable11), 17 Oktober 2009

  • Portable Senayan 3.11 (based on senayan3 stable12), 24 November 2009

  • Portable Senayan 3.12 (based on senayan3 stable13 patch2), 24 Maret 2010

  • Portable Senayan 3.13 (based on senayan3 stable14/Seulanga), 24 Maret 2010


Keunggulan dari SLiMS ini antara lain bahwa latar belakang dari para developernya merupakan personal yang memang dari latar belakang Ilmu Perpustakaan, sehingga fitur-fitur yang ada di SLiMS merupakan fitur-fitur yang memang sangat sering digunakan dalam pengelolaan perpustakaan. Selain itu dukungan berbagai komunitas pengguna yang terbentuk sampai saat ini mampu untuk mendorong perkembangan lain demi meningkatkan kualitas dan layanan dalam rilis-rilis SLiMS ini.

Adapun fitur-fitur utama pada SLiMS adalah sebagai berikut :

  • Tampilan OPAC (Online Public Access Catalog) dengan berbagai pilihan bahasa, antara lain Indonesia, Inggris, Arab, Spanyol.

  • Katalog dengan source PHP, JavaScript dan XML sehingga memungkinkan untuk saling bertukar data antar pengguna SliMS.

  • UCS (Union Catalog Services) yaitu mampu untuk menjadi server atau client sebuah katalog besar yang terdiri dari berbagai perpustakaan pengguna SliMS. Sebagai Contoh yang telah ada adalah http://ucs.jogjalib.net.

  • Member area yang memungkinkan Administator mengklasifikasi pengguna sesuai dengan wewenang dan fasilitas yang hendak diberikan kepada member.

  • Layanan Z3950 yang mampu untuk mengambil data bibliografi dari perpustakaan Library of Congress.

  • Bibliografi dengan menggunakan standar AACR (Anglo-American Cataloging Rules) Seconds Edition Level 2 dan MODS (Metadata Object Description Schema).

  • Pencetakan label koleksi, barcode koleksi, kartu anggota, slip atau nota peminjaman/pengembalian koleksi serta laporan-laporan yang dibutuhkan dalam pengelolaan sebuah perpustakaan.

  • Absensi pengunjung dan sirkulasi menggunakan sistem manual atau barcode.

  • Inventarisasi (stick take/stock opname) perpustakaan yang terintegrasi.

  • Manajemen koleksi terbitan berkala.

  • Pelaporan-pelaporan yang detai.

  • Backup/Restore database yang mendukung keamanan database perpustakaan.


Jikalau fitur-fitur di atas masih terasa kurang, SLiMS bisa ditambah dengan beberapa plugins seperti buku tamu, peta (wikimapia.org), chatting atau plugins lain.

Demikian gambaran singkat dari sebuah software open source perpustakaan karya anak bangsa. Jika tertarik untuk mencoba mempergunakannya, silahkan kunjungi http://slims.web.id/

Ditulis oleh Muhtarom
Irigomi.com © Maret 2011

Minggu, 08 Januari 2012

Belajar SLiMS SLiMS di I:Boekoe bersama rekan-rekan dari TBM

Hari Minggu tanggal 8 januari 2012, rekan-rekan pegiat komunitas SliMS Jogjakarta berkesempatan mengampu pelatihan SLiMS bagi pegiat TBM, yang dilaksanakan di Perpustakaan Iboekoe, Jl. Patehan Alun-Alun Selatan Jogjakarta. Kegiatan ini merupakan gawe dari Indonesia Buku Jogjakarta bersama Perpustakaan Kota Jogjakarta.

Peserta yang hadir sangat beragam, terdiri dari berbagai usia dan latar belakang pendidikan. Namun semua disatukan dalam satu minat, "TBM aka Taman bacaan Masyarakat", sebuah kerjasosial membuat orang dapat memperoleh akses bacaan.

Pegiat SLiMS Jogja yang berkesempatan mengampu adalah Purwoko dan Tarto. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 13.00 sampai dengan 17.00. Kegiatan berjalan santai dan kadang diselingi canda-tawa. Apalagi dengan adanya kopi, teh dan makanan ringan yang menemani.

Materi yang diberikan adalah dengan standar minimal, mengingat waktu yang terbatas. Mulai dari install Psenayan.3.14 (Matoa), seting system, biblio, membership dan circulation serta ditambah tanya jawab terkait SLiMS.
Setelah selesai, peserta diminta bergabung dalam group FB SLiMS agar dapat saling membantu dan bertanya jika ada kesulitan.
Ayo, komunitas SLiMS lainnya lanjutkan perjuangan