Tampilkan postingan dengan label jogjalib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jogjalib. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juni 2012

Kenduri Meranti @JSC Jogjakarta: ajang berbaurnya berbagai komunitas SLiMS

Meranti sebagai codename dari SLiMS-5 lahir dengan diiringi diskusi serta backsound theme song SLiMS. Oek.... oek dan akhirnya, Meranti sebagai bayi yang cantik itupun lahir....



Dengan dihadiri oleh 60an peserta akhirnya acar "kenduri bareng" kelahiran Meranti terlaksana dengan lancar. Meskipun pada awalnya panitia dibuat mondar mandir karena adanya pemadaman listrik di wilayah JSC JOgjakarta. Namun akhirnya pukul setengah 2 siang, hari Sabtu 2 Juni 2012 acara dapat dimulai dengan bantuan satu buah Genset yang disewa panitia.
Peserta acara ini tidak hanya dari Jogjakarta saja, namun juga dihadiri para pegiat SLiMS dari berbagai daerah. Banjarnegara, Boyolali, Klaten, Kudus, Semarang, bahkan ada pegiat SLiMS dari Ambon yang juga hadir pada acara ini.

Acara ini dimulai dengan pembukaan, yang dipimpin oleh MC Budhi Santoso, disusul sambutan dari KSJ yang diwakili oleh Koordinator SLiMS Jogja yang baru (Heri Abiburachman Hakim), sambutan dari BPAD (M Hadi Pranoto). Berikutnya adalah penganugerahan JLN Award kepada Perpustakaan IVAA. Acara berikutnya adalam presentasi dan demo Meranti yang diisi oleh Eddy Subrata dan Purwoko dengan dipandu oleh Ari Suseno.

Berbagai hal baru terkait Meranti disampaikan. Mulai dari apa fitur baru Meranti serta kenapa dari SLiMS3 meloncak ke SLiMS5. Mas Eddy Subratha, yang juga alumni MTI UGM mendemokan berbagai fitur baru di Meranti serta tips sederhana mengubah theme di Meranti. Dari presentasi mas Eddy, peserta dapat mengetahui fitur foto langsung dari SLiMS, serta mudahnya editing theme SLiMS Meranti.

Tidak lupa pula, ada mas Haris dari Ambon yang menunjukkan modifikasi kartu yang dilakukan oleh komunitas (Jushadi makasar) kepada para peserta. Hal ini untuk menjawab pertanyaan peserta tentang "sederhananya" kartu anggota di SLiMS.  Dengan demo tersebut, peserta jadi tahu bahwa komunitas juga kontribusi dalam pengembangan SLiMS...

Salah satu peserta dari Klaten bahkan menginginkan, setelah acara ini diadakan pelatihan khusus tentang Meranti agar para pustakawan di sekolah dapat lebih memahami Meranti.

Pertanyaan lain yang muncul pada acara ini adalah:

1. bagaimana migrasi dari software lain ke SLiMS
2. bagaimana upgrade dari stable13 ke SLiMS5
3. berapa kebutuhan space komputer untuk SLiMS5 jika digunakan untuk koleksi digital
4. tips untuk mengupload SLiMS di internet
dan berbagai pertanyaan lain.




kata mereka tentang Komunitas SLiMS Jogja:




Karena kegiatan ini dihadiri oleh berbagai komunitas SLiMS dari berbagai daerah, merekapun diminta untuk menyampaikan pengalaman dalam membangun komunitas SliMS didaerahnya. Tidak lupa pula, sebagai dokumentasi mereka diminta untuk memberikan testimoni terkait SLiMS jogja...

Akhirnya, KSJ mohon doa restu agar diberikan yang terbaik dalam rangka keikutsertaannya dalam kontes IOSA 2012....



Minggu, 13 Mei 2012

ToT 12 Mei 2012

Sabtu 12 Mei adalah hari kedua bagi para inti pegiat SliMS Jogja mengadakan ToT atau training of trainer. Sama dengan pekan sebelumnya, ToT kali ini juga diampu oleh mas Eddy Subratha. Melanjutkan pelajaran (kuliah euiii) pekan yang lalu, pekan ini juga mempelajari 960.gs atau tool untuk membuat mookup disain web.


Dengan 960 grid system ini disain web akan menjadi lebih teratur, apalagi nantinya pada sisi codingnya juga dilanjut menggunakan template dari 960.gs. Selain 960 grid system, mas Eddy juga menyampaikan banyak hal terkait tool untuk membuat disain web. Ada Color Scheeme yang tersedia online dan offline, Lorep Ipsum yang digunakan untuk membuat contoh text dalam pembuatan web. Mas Eddy juga mendemokan pembuatan beberapa disain web dengan meniru disain yang ada di internet. Disain-disain yang tampak rumit itu, ternyata dengan 960 grid system dapat di "tiru" dengan mudah.

Beruntung sekali, acara ToT ini mendapatkan fasilitas cuma-cuma berupa layar sekaligus tempat yang sangat nyaman, yaitu di gedung PT Codecon yang merupakan perusahaan di mana mas Eddy bekerja. "Ini bagian dari sedekah pada komunitas", demikian mas Eddy pernah mengatakan kepada pegiat SLiMS Jogja.

Hadir pada acara sore itu: Eddy Subratha, Muhtarom, Maryanto, Budhi Santoso, Abdul Aziz, Purwoko serta dua rekan lagi mahasiswa UIN dan Amikom. Harapan ke depan, komunitas SLiMS Jogja dapat selalu meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu alat terkait teknologi informasi sehingga dapat meingkatkan pula layanan dalam bidang perpustakaannya.

Acara yang ditemani gorengan dan air mineral gelasan itu berlangsung sampai 17:30 sore. Kelanjutan pekan depan adalah dari sisi coding dengan tetap menggunakan 960GS. Semoga dapat memberi manfaat kepada banyak orang nantinya... Tidak menutup kemungkinan pada masa yang akan datang ToT akan dibuka untuk para "pentolan" komunitas SLiMS dari berbagai wilayah... :)






Sampai jumpa :)


Selasa, 01 Mei 2012

Nayanes – The SLiMS Search Proxy

Bagi yang masih belum mudeng dengan Nayanes:

  1. User/Pemustaka melakukan query ke Nayanes

  2. Hasil query dari Pemustaka kemudian di proses dan diteruskan ke masing-masing node perpustakaan yang menggunakan SLiMS atau sistem otomasi perpustakaan lain yang menyediakan web service berbasis XML MODS

  3. Setiap node akan memberikan feedback berupa XML dalam standar MODS,

  4. yang selanjutkan akan di-parsing oleh MODS dan kemudian ditampilkan dalam bentuk HTML ke pemustaka


Ingat! Nayanes tidak membutuhkan koneksi database sama sekali, dia hanya memproses web service yang disediakan oleh SLiMS and that’s how you can see the power of web service!Penasaran: http://slims.web.id/nayanes

Jumat, 27 April 2012

Komunitas SLiMS @Munas FPPTI 2012

Komunitas SLiMS Jogja @Munas FPPTI di UGM 26 April 2012

Tak disangka, Komunitas SLiMS sebagai komunitas yang berorientasi pada komunitas, para pegiat utamanya mampu "saweran" alias patungan untuk ikut menjadi sponsor pada acara Munas FPPTI 2012.

SLiMS mendapatkan meja yang strategis yaitu tepat didepan pintu/tangga masuk dan juga lorong jalan dari pintu lift menuju ruang acara.

Pagi itu, mas Haris (pegiat SliMS dari Ambon) datang paling awal langsung menghidupkan laptop menata brosur dan stiket SLiMS. Awal acara banyak pengunjung yang datang dan ngobrol bareng. Ada pak Wayan Metaram dari Bali, mas Daniel dari Univ. Machung, mas Miswan dari IAIN Walisongo dan lain sebagainya.

Obrolan tentang Meranti, Nayanes, meranti Mobile Version, migrasi dan berbagai bug fixing mewarnai berbaurnya peserta dengan pegiat SLiMS.

Tak lama kemudian, mas Eddy Subratha datang. Keduanyapun lalu terlibat aktifitas melayani diskusi para pengunjung.

Sore harinya, beberapa pegiat SLiMS yang lain mulai berdatangan. Ada mas Tarto, Aziz, Budhi, Sumaryanto...

Berikut reportase dari mas Eddy Subratha:


dari beberapa peserta seminar yang mampir ke stand SLIMS terbagi menjadi 3 versi, yang sudah menggunakan, baru akan menggunakan dan belum menggunakan SLIMS.
Yang sudah menggunakan SLIMS lebih banyak menceritakan masalah fitur yg belum tersedia di SLIMS, misal mengenai pembuatan custom report yg dibutuhkan utk pelaporan. Ya mirip-mirip report yg dulu pernah didemo Pak Maryanto MUHI. Ada juga yang menjadikan SLIMS sebagai salah satu media pembelajaran mahasiswa jurusan PERPUS (kalo gak salah Pak Widodo dari UNS Solo), namun terkendala masalah akses yang berat ketika proses input data secara bersamaan.
Untuk versi yang baru akan menggunakan SLIMS, kebanyakan masalah migrasi data dari sistem yang lama ke SLIMS. Juga terkendala karena aplikasi perpus mereka terintegrasi SIM Akademik dan pengembangan aplikasi perpus mereka sudah tidak dikembangkan lagi oleh developer yng lama.
Sedangkan yang belum menggunakan SLIMS karena kesulitan utk menginstalasi dan dukungan perangkat komputer yg belum memadai. Juga dikarenakan belum adanya komunitas di daerah setempat yang bisa membantu memberikan semacam pelatihan untuk petugas perpus
Dari beberapa peserta sangat antusias utk melihat SLIMS Meranti misal Pak Daniel dari Universitas Ma Chung Malang yang langsung membuka tabletnya utk melihat SLIMS Meranti Mobile. Juga kekaguman pada fitur OAI dan z39.50 SRU yang sangat mudah. Sayang-nya dikarenakan koneksi internet di sana sedikti macet, sehingga waktu demo SRU banyak terjadi Operation Time Out.
Brosur dan Stiker JogjaLib.NET pun laris manis karena diberikan gratis..*lumayan utk dipasang di Helm atau Motor mereka :)


Minggu, 18 Maret 2012

"Ngopi Joss", menata revolusi ala Komunitas SLiMS



Suatu waktu, pernah ada seorang teman bertanya, "Wah, nek nge-SLiMS meski jam 12 malam tetap jalan ya Pur?". Saya jawab saja "iya, memang biasanya seperti itu, malam-malam di Kopi Joss selatan Tugu Jogja". Mau? teeeet tooot.....




Hal tersebut di atas, akhirnya terjadi lagi pada tanggal 17 Maret 2012. Saat itu, kebetulan sekali pak Hendro Wicaksono dan Pak Arie Nugraha berada di Jogja. Akhirnya mereka berdua bersama pak Eddy Subratha dan saya (Purwoko) meluncur dari kawasan Club House UIN Sunan Kalijaga ke area Kopi Joss sekitar jam 8 malam. Ternyata di area Kopi Joss-nya pak Man sudah menunggu rekan-rekan dari komunitas SLiMS Jogja, ada Heri Abi, Muhtarom, Tarto, Aziz. Kemudian setelah kami datang, datang pula mas Budhi Santoso, Maryanto, Hadi Pranoto, Fiqru Mafar, Subhan Haris+Istri. Tidak disangka pula, hadir seorang pegiat SliMS yang berasal dari Ambon, namanya Haris. Beliau ini sedang membangun katalog induk beberapa perpustakaan di Ambon dengan domain http://ambonlib.net. Belakangan diketahui, bahwa selain katalog AmbonLib.Net, mas Haris juga membangun sistem pencarian terpadu ke semua SLiMS yang online di internet. Aplikasi pencarian terpadu tersebut ada di url http://search.ambonlib.net.

Sebelum ngobrol mengenai SliMS dan segala sesuatunya, ada acara perkenalan singkat yang saya lakukan terutama untuk pak Haris dari Ambon. Selanjutnya ngobrol kesana-kemari dibarengi dengan menikmati sajian Kopi Joss serta "ubo rampe" ala angkringan Jogja. Terdapat sego kucing, tempe goreng, sate kerang, sate ayam, lumpia, telo goreng, apem, kopi susu, kopi jahe dan semacamnya. Sebagian besar awak komunitas yang datang memesan Kopi Joss sebagai sajian minumnyaa. Dinginnya malam, dibalut dengan suasana khas Jogja menambah semarak acara ngobrol bareng ini, apalagi dengan diselingi para pengamen yang silih berganti.


Pada acara ini, pak Hendro sempat memberitahukan tentang acara SDD/Senayan Developers Day yang akan dilaksanakan pada liburan panjang akhir bulan Maret 2012. Selain itu juga diumumkan beberapa projek "revolusioner" SLiMS dan beberapa aplikasi yang terkait. Sssssst, informasi apa saja aplikasi tersebut masih dirahasiakan di blog ini yak.. :) Emmm, oke dah saya kasih satu bocoran. KopiJoss76, merupakan sebuah paket aplikasi yang akan muncul dalam kaitannya dengan projek SLiMS. KopiJoss76, 76=TG=Tugu, jadi KopiJoss76=Kopi Joss di Tugu Jogja. Aplikasi ini adalah paketan yang berisi UCS SliMS, SliMS itu sendiri, Drupal yang didalamnya terdapat plugin SLiMS. Dengan KopiJoss76 diharapkan perpustakaan yang ingin membangun, atau belajar membuat website yang terintegrasi dengan SliMS dapat terfasilitasi.
Aplikasi lain? ditunggu launchingnya yak..
Ngobrol juga menyentuh hal-hal terkait teknis SLiMS. Beberapa usulan muncul, mulai dari katalog buku, membuat item otomatis (berdasar jumlah), barcode generator, penyempurnaan ucs, desain template, perbaikan bug, penambahan alamat pada lokasi koleksi di ucs, delete image cover, dan lain sebagainya. Ngobrol juga merambah pada etika Opensource. Pak Arie dan Hendro menekankan kembali tentang taat asas pada GPL v.3, khususnya terkait penggunaan SLiMS.



Mas Haris dari Ambon, juga sempat bercerita dan menunjukkan AmbonLib.Net yang sedang dia bangun. Menurutnya, di Ambon sudah ada beberapa perpustakaan yang mulai menggunakan SLiMS, rencananya beliau akan menyatukannya di AmbonLib.Net.

Berbagai pengalaman yang menyenangkan dan kadang membuat gelak tawa muncul dari masing-masing pribadi pegiat SliMS. Ada yang mengaku install slims seharian di bayar 200.000, ada yang di ajak makan sate sebagai tanda terimakasih dan pengalaman menarik lainnya.

Sebagai sebuah tiluna Manajemen Perpustakaan, SLiMS dibangun dengan mengedepankan komunitas sebagai basis pengembangan. Atas dasar hal tersebut, beberapa jargon SliMS kemudian muncul.
SLiMS, Librarian Social Network
SLiMS, tiluna ramah lingkungan
SLiMs, library system for library freedom

Adalah sesuatu yang di luar dugaan, SLiMS dapat menjadi perekat komunitas yang lahir di beberapa daerah. Sebagaimana di Jogja, komunitas SLiMS bangun dengan semangat berbagi dengan tidak didasari oleh kepentingan sesaat. Komunitas SLiMS berusaha bangkit dengan semangat mandiri secara bersama-sama.




Pukul 22:30, para pegiat Slims mulai meninggalkan area KopiJoss. Sebelum bubar, disempatkan foto bersama.

Foto: Budhi Santoso

Teks dan Video: Purwoko

Minggu, 26 Februari 2012

Reportase: Sinau Bareng Linux dan SLiMS, 25 Februari 2012

Sebagai kelanjutan dari Seminar minggu sebelumnya, panitia dari KSL UIN Sukijo menyelenggarakan sinau bareng Linux dan SliMS. Kegiatan ini kembali didampingi oleh tim KSL dan Komunitas SLiMS Jogja. Peserta yang datang pada acara ini sangat bervariasi; mulai dari mahasiswa, pustakawan serta umum. Bahkan tampak mahasiswa Ilmu Perpustakaan UNDIP, UNS dan juga UIN SUKA. Tampak pula pegiat SLiMS dari Jepara (Hartoyo) dan para pustakawan sekolah di Jogja yang tertarik dengan SLiMS.

Sesi pertama, sekitar pukul 08.00 sd 13.00 (12.00-13.00 break sholat dhuhur) diisi oleh KSL UIN Sukijo dengan materi instalasi Linux Ubuntu 10.04 (Lucyd Linx) dengan menggunakan Wubi. Ubuntu dipilih karena mudah digunakan dan merupakan distro paling banyak digunakan pegiat Linux. Pada sesi ini, KSL juga menyediakan repo lokal yang dipakai oleh peserta sebagai sarana repo untuk update paket dan install paket. Pada sesi install paket, peserta diberi penjelasan sekaligus praktek bersama instalasi apache, mysql, php dan phpmyadmin pada linux. Tidak hanya peserta yang menjadi audiens sesi ini, beberapa pegiat SLiMS Jogja juga ikut nimbrung. Hal ini disebabkan oleh keinginan mereka untuk ikut juga belajar Linux secara mendalam. Salah satu pegiat SliMS jogja bahkan mengakui bahwa ada beberapa hal terkait Linux yang baru diketahui setelah ikut acara ini.

Sesi berikutnya adalah instalasi SLiMS pada linux Ubuntu 10.04. Sesi ini diampu oleh para pegiat SliMS Jogja: Heri Abiburachman Hakim, Muhtarom, Eddy Subratha, dan juga Abdoel Aziz. Karena para peserta bervariasi sistem operasi yang digunakannya, maka sesi SLiMS dibagi dua. Pertama adalah instalasi SLiMS di Linux dan pada bagian lain ada belajar bersama SLiMS pada Windows.

Pada sesi install SliMS di Linux muncul beberapa masalah yang justru diharap dapat membuat peserta memahami apa itu Linux dan bagaimana instalasi SLiMS di Linux. Misalnya masalah hak akses file dan folder serta hak kepemilikan file dan folder. Peserta dikenalkan dengan perintah konsole CHOWN, CHMOD, LS dan lain sebagainya. Pengenalan ini sebelumnya juga dibahas pada sesi Linux secara lebih jauh.

Alhamdulillah, sesi instalasi SLiMS di Linux selesai dan semua peserta yang membawa laptop yang sebelumnya diinstall Linux berhasil diinstall SLiMS. Pada bagian lain, belajar bersama SLiMS pada windows juga berjalan lancar.

Slide presentasi pelatihan Linux silakan unduh di: [download id="6"]
Untuk cara install SLiMS di Linux, silakan unduh dokumentasi SLiMS di http://slims.web.id


Kamis, 23 Februari 2012

Belajar Bareng Linux & SLiMS 25 Feb 2012

Ayo ikutan..

Sebagai rangkaian dari acara seminar linux dan slims pada tanggal 18 Feb 2012 yang lalu (http://blog.jogjalib.net/2012/02/reportase-kegiatan-seminar-dan-pelatihan-18-feb-2012/), panitia kembali melaksanakan acara serupa namun dalam bentuk pelatihan.

Pelatihan ini terbagi menjadi pelatihan Linux dan pelatihan SliMS, dilaksanakan tanggal 25 Feb 2012 jam 09.00 sd 15.30 WIB.

Undangan terlampir:

Minggu, 19 Februari 2012

Reportase Kegiatan: Seminar dan Pelatihan 18 Feb 2012

Sabtu 18 Februari 2012 komunitas SLiMS Jogja punya dua gawe. Pertama adalah seminar Linux+SLiMS di Fakultas Adab UIN SUnan Kalijaga (http://blog.jogjalib.net/2012/02/seminar-linuxslims/), dan kedua adalah pelatihan SLiMS untuk pustakawan di Stikes Bethesda Jogjakarta.

Acara pertama merupakan gawean bareng antara KSL UIN Sunan Kalijaga, BEM IPI UIN SUnan Kalijaga dan juga Komunitas SLiMS Jogja. KEgiatan ini berlangsung di Ruang Teatrikal Fakultas Adab. Hadir dalam acara ini mahasiswa, pustakawan, pegiat Linux baik dari Jogja maupun luar Jogja. Tercatat mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan UNDIP Semarang turut serta dalam acara ini.

Sesi pertama diisi pengenalan Linux dan Opensource oleh Mas Setia Budi dan Estu. Beliau berdua berasal dari KPLI Jogja dan KSL UIN SUnan Kalijaga. Pada sesi ini disampaikan kenapa memilih opensource, khususnya kenapa Linux? Aspek yang ditekankan adalah legal dan halal, serta stabil dan bebas virus.

Sesi kedua adalah pengenalan SLiMS oleh Purwoko. File presentasi Purwoko dapat diunduh di sini [download id="1"].

Acara kedua adalah pelatihan SLiMS di Perpustakaan Stikes Bethesda Jogjakarta. Kebetulan Stikes Bethesda hendak migrasi dari sistem automasi perpustakaan sebelumnya ke SLiMS. Materi pada pelatihan ini adalah instalasi, bibliografi, membership dan sirkulasi. Dilanjutkan dengan perawatan, backup data dan juga audit migrasi.

Foto lengkap ada di FB Komunitas SLiMS Jogja

Kamis, 02 Februari 2012

Sejarah Pengembangan SLiMS

sumber http://id.wikipedia.org

Senayan pertamakali digunakan di Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional [1]. Pengembangan Senayan dilakukan oleh SDC (Senayan Developers Community). Di koordinir oleh Hendro Wicaksono [2], dengan Programmer Arie Nugraha [3], Wardiyono. Sementara dokumentasi dikerjakan oleh Purwoko [4], Sulfan Zayd, M Rasyid Ridho, Arif Syamsudin. Pada Januari 2012, developer SLiMS bertambah 2 orang, yaitu: Indra Sutriadi Pipii (GOrontalo) dan Eddy Subratha (Jogjakarta).

Selain itu, ada pula programmer Tobias Zeumer (tzeumer@verweisungsform.de), dan Jhon Urrego Felipe Mejia (ingenierofelipeurrego@gmail.com).

Situs resmi SLiMS, saat ini ada di http://slims.web.id

Menurut Hendro Wicaksono dan Arie Nugraha, anggota tim pengembang Senayan, program manajemen perpustakaan ini pertama kali dikembangkan pada November 2006. Waktu itu, para pengelola Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta tengah kebingungan karena program manajemen perpustakaan Alice habis masa pakainya. Alice adalah perangkat lunak bikinan Softlink sumbangan Pusat Kebudayaan Inggris, British Council.

Departemen tak memiliki anggaran untuk memperpanjang masa pakai Alice. Selain itu, Alice adalah produk tidak bebas (proprietary) yang serba tertutup. Staf perpustakaan sulit mempelajari program tersebut. Alice bahkan tak dapat dipasang di server atau komputer lain, sehingga tidak dapat didistribusikan ke perpustakaan di lingkungan departemen tersebut.

Hendro lantas mengusulkan ke Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat, yang memayungi perpustakaan di departemen itu, untuk membuat program baru sebagai pengganti Alice. ”Karena awalnya dikembangkan dengan uang negara, harus bisa diperoleh secara bebas oleh masyarakat,” katanya.

Software baru itu kemudian dikembangkan dengan General Public License, sistem perizinan yang lazim digunakan dalam perangkat lunak berbasis sumber terbuka. Perizinan ini mensyaratkan agar software tersebut harus dapat digunakan, dipelajari, diubah, dan didistribusikan ke pihak lain secara bebas.

Pada awalnya Hendro dan Arie Nugraha, pustakawan lain di sana, mencari perangkat lunak yang sudah jadi, tapi terbentur sejumlah masalah. Beberapa peranti lunak, seperti PHP MyLibrary dan OpenBiblio, ternyata kurang serius menerapkan prinsip pengembangan aplikasi dan basis data. Dalam basis data yang bagus, misalnya, tabel pengarang dan buku harus terpisah. ”Nah, software yang ada waktu itu menggabungkan keduanya, sehingga tabel itu jadi lebih rumit karena memuat data pengarang 1, pengarang 2, dan seterusnya,” kata Hendro.

Teknologi yang digunakan dalam software itu pun umumnya memakai bahasa pemrograman Perl dan C++ yang relatif lebih sulit dipelajari oleh para pustakawan departemen yang tak punya latar belakang ilmu teknologi informasi. Selain itu, beberapa perangkat lunak tersebut sudah tidak aktif atau lama sekali tidak muncul versi terbarunya.

Dengan berbagai pertimbangan itu, mereka memutuskan membuat perangkat lunak yang baru sama sekali dengan memanfaatkan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL, yang mereka pelajari secara otodidak. ”Kami semua berlatar belakang pustakawan. Kebetulan kami suka pada teknologi informasi dan sama-sama mempelajarinya,” kata Arie.

Karena awalnya dikembangkan di perpustakaan yang berlokasi di kawasan Senayan dan nama itu dirasa cocok dan punya nilai pasar yang bagus, aplikasi sistem perpustakaan itu pun dinamai seperti tempat kelahirannya.

Senayan berukuran kecil dan sangat mudah dipasang di komputer, baik yang memakai sistem operasi Linux maupun Windows. ”Besar seluruh file program, termasuk program Linux, kurang dari 1 gigabita,” kata Arie saat menjaga gerai Senayan di pameran Global Conference on Open Source di Hotel Shangri-La Jakarta, 27 Oktober lalu.

Meski dibangun di atas platform GNU/Linux, Senayan bisa berjalan hampir di semua sistem operasi komputer, termasuk Windows dan Unix. Untuk memudahkan interaktivitas pengguna, aplikasi ini juga memakai teknologi AJAX (Asynchronous JavaScript and XML) untuk tampilannya di peramban. Beberapa software bersumber terbuka lain juga dipasang di Senayan untuk memperkaya fiturnya, seperti genbarcode untuk pembuatan barcode, PhpThumb untuk menampilkan gambar, dan tinyMCE untuk penyuntingan teks berbasis web.

Yang terpenting, Senayan dirancang sesuai dengan standar pengelolaan koleksi perpustakaan, misalkan standar pendeskripsian katalog berdasarkan ISBD yang juga sesuai dengan aturan pengatalogan Anglo-American Cataloging Rules. Standar ini umum dipakai di seluruh dunia. ”Karena yang mengembangkan adalah para pustakawan, kami berani menjamin bahwa aplikasi ini sesuai dengan standar yang dibutuhkan pustakawan di dalam dunia kerjanya,” kata Hendro.

Untuk mengembangkan Senayan, Hendro dan Arie mengajak anggota di mailing list ISIS (ics-isis@yahoogroups.com)—kelompok diskusi para pustakawan pengguna perangkat lunak manajemen perpustakaan milik UNESCO—bergabung. Beberapa pustakawan lain menanggapi rencana mereka, bahkan turut membantu mengembangkan peranti lunak itu.

Jadilah Senayan versi beta yang hanya beredar di kalangan pustakawan di kelompok diskusi itu. Merekalah yang menguji dan kemudian memperbaiki bolong-bolong dalam program tersebut. Akhirnya, setelah program itu dirasa cukup stabil, Senayan dirilis ke publik pada November 2007, bertepatan dengan ulang tahun Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional yang ketiga.

Sebenarnya Senayan belum sempurna saat itu, tapi Hendro merasa bahwa program ini harus segera digunakan, terutama agar pustakawan di kantornya terbiasa dengan program baru ini dan mempercepat migrasi dari Alice. ”Semula kami pakai program Senayan dan Alice secara bersamaan, tapi ketika pengunjung sedang ramai, para pustakawan cenderung memakai Alice. Akhirnya kami matikan Alice sama sekali, dan mereka terpaksa hanya memakai Senayan,” kata Hendro.

Seperti yang mereka perkirakan sebelumnya, beberapa kegagalan terjadi ketika program itu dijalankan. Arie, yang bertugas menjaga kelancaran migrasi itu, mendapat keluhan bertubi-tubi dari para pengguna dan harus langsung memperbaiki program itu. ”Bugs (gangguan pada program) memang masih banyak pada program awal ini,” kata Arie, yang kini menjadi dosen teknologi informasi di almamaternya, Universitas Indonesia.

Tiga bulan berikutnya, Hendro mengundang beberapa pustakawan yang aktif di mailing list ISIS untuk menghadiri Senayan Developer’s Day—acara perekrutan tenaga pengembang program itu. Dari acara tersebut, terpilihlah empat nama: Purwoko, pustakawan Fakultas Geologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta; Wardiyono, programer sebuah organisasi lingkungan; Sulfan Zayd, pustakawan di Sekolah Mentari; dan Arif Syamsudin, pustakawan di Sekolah Internasional Stella Maris.

Selama tiga hari para pustakawan terpilih itu berkumpul dan berkonsentrasi dalam penambahan fitur, perbaikan, dan pembaruan dokumen Senayan. Hasilnya, mereka meluncurkan Senayan versi yang lebih stabil dan dokumen program. Maret tahun berikutnya mereka berkumpul kembali dengan kegiatan yang sama.

Belakangan, mereka mendapat bantuan dari Tobias Zeumer, programer di Jerman. Zeumer mengganti program multibahasa Senayan dengan PHP Gettext, standar program multibahasa di lingkungan peranti lunak sistem terbuka. ”Dia peduli pada pengembangan Senayan dan salah satunya adalah menambahkan fitur bahasa Jerman pada Senayan,” kata Hendro.

Selain terus memperkaya Senayan, tim pengembang terus membuat paket program untuk memudahkan pemasangan. Paket yang disebut Portable Senayan (psenayan) ini berisi program Senayan, Apache (program untuk server), PHP, dan MySQL. Pengguna tinggal mengopi, mengekstrak, dan langsung menggunakannya pada komputer atau server masing-masing.

Ketika dirilis pertama kali, Senayan baru diunduh 704 kali. Angka ini melonjak menjadi 6.000 kali lebih pada Desember 2007 dan 11 ribu lebih Januari 2008. Adapun pada Oktober lalu program itu sudah diunduh hampir 27 ribu kali. Dengan demikian, total sudah 250 ribu kali lebih program itu diunduh.

Karena dapat diunduh secara bebas, Hendro dan kawan-kawan tak tahu persis berapa banyak pengguna aplikasi ini. Tapi sedikitnya ada sekitar 218 perpustakaan dan lembaga lain yang mengaku memakai Senayan, seperti Pusat Studi Jepang UI, Perpustakaan Kedokteran Tropis UGM, Sekolah Indonesia-Kairo di Mesir, Perpustakaan Indonesian Visual Art Archive, Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Rumah Sakit M.H. Thamrin Cileungsi, Institut Bisnis dan Informatika Indonesia, serta Perpustakaan Umum Kabupaten Pekalongan.

Senayan kini sudah berkembang jauh. Ia tak hanya menampilkan data buku, tapi juga dapat menampilkan gambar, suara, buku elektronik, dan bahkan video. Hendro dan timnya juga sedang mengembangkan agar setiap server pengguna Senayan dapat saling ”bicara”, sehingga nanti dapat dibangun sebuah gerbang pencarian data buku dalam jaringan yang dapat menelusuri semua katalog. ”Nanti akan ada sebuah gerbang agar pencarian buku cukup melalui satu situs saja,” kata Arie.


[sunting] Lisensi

Karena pertama kali dikembangkan dengan dana APBN, maka untuk menjamin agar SLiMS bisa digunakan, didistribusikan dan dimodifikasi dengan bebas oleh seluruh rakyat Indonesia, SLiMS dirilis dengan lisensi GNU General Public License versi 3.


[sunting] Union Catalog Server

Untuk memenuhi kebutuhan pembuatan katalog induk, maka sejak versi Senayan 3 Stable14, ditambahkan fitur Union Catalog Server (UCS). Katalog induk adalah katalog yang rekod katalog-nya merupakan gabungan dari dua perpustakaan atau lebih. Dengan UCS maka perpustakaan-perpustakaan bisa menggabungkan rekod katalog mereka ke dalam sebuah katalog besar yang memudahkan pemustaka dalam menemukan koleksi yang mereka butuhkan. Beberapa contoh dari katalog induk online yang sudah berjalan dengan menggunakan UCS adalah:

* Jogjalib
* Makassarlib
* Primurlin


[sunting] Pranala luar

* Situs resmior http://slims.web.id/web/
* "Inilah Para Pemenang INAICTA 2009". KOMPAS. http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/07/30/08065299/inilah.para.pemenang.inaicta.2009. Diakses pada 19 Oktober 2009.
* "Kelola Perpustakaan Lebih Baik dengan SENAYAN Library Automation". Teknopreneur. http://www.teknopreneur.com/content/kelola-perpustakaan-lebih-baik-dengan-senayan-library-automation.
* Daftar Perpustakaan Pengguna Senayan
* Menata Kitab dengan Senayan

Kamis, 26 Januari 2012

Komunitas SLiMS + Atpusi di "Jogja itoe Boekoe"


GRATIS.....!!!!!!!



Komunitas SLiMS dan ATPUSI (Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah) DIY diberi kesempatan mengisi talkshow di acara pameran BUKU, tanggal 4 februari 2012 jam 13.30-15.30 di Mandala Bhakti Wanitatama. (Acara lengkap Pesta Buku 2012 ada di sini)

Acara ini akan membahas pengelolaan perpustakaan sekolah dari pandangan ATPUSI dan juga komunitas SLiMS, dengan tema

"peran daan tenatangan pustakawan sekolah dalam peningkatan minat baca dalam era informasi"


Komunitas SLiMS akan menghadirkan saudara Heri Abiburachman Hakim, pustakawan di perguruan tinggi negeri di Jogjakarta dengan segudang pengalaman di dunia kepustakawanan. Selain itu juga aktif menulis dan menjadi trainer pustakawan.

Bagi para pengelola perpustakaan sekolah ayo datang dan ikut diskusi. Gratis stiker SLiMS, dan khusus CD master SLiMS full version+manual+file plugin bagi yang beruntung. Bagi yang ingin konsultasi SLiMS juga dilayani....
Sst, ada developer SLiMS yang baru bergabung datang juga loh. Jadi anda bisa kenalan.
Pendaftaran/Konfirmasi kehadiran anda di:
http://jogjalib.net/talkshow/




Senin, 23 Januari 2012

Reportase Sinau bareng 21 Januari 2012 #SLiMS Jogja

Terimakasih kepada pihak SMA Muhammadiyah 1 Jogjakarta, Perpustakaan dan para pustakawan  SMA Muhammadiyah 1 Jogja, para pegiat SLiMS yang berkenan datang (Solo, Purworejo, Wonogiri, dan wilayah jogja pada umumnya).

===================

Acara kesekian kali komunitas SLiMS Jogjakarta kali ini digelar di Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Jogjakarta (MUHI).  Memasuki perpustakaan MUHI seperti masuk perpustakaan sekolah di luar negeri, selain karena luas perlengkapan dan fasilitas yang adapun lengkap. Termasuk penggunaan SliMS dengan berbagai inovasinya.

Inovasi itu pulalah yang dipaparkan sebagai pengantar dalam belajar bersama kali ini.

Acara dimulai pukul 12.30, tepat setelah  sholat Dhuhur dilaksanakan secara berjamaan di masjid MUHI. Menjadi moderator pada acara ini adalah mas Heri Abi (Pustakawan ISI).  Dalam sambutannya, Kepala SMA MUHI memberikan ucapan selamat datang dan mempersilakan para hadirin untuk belajar bersama di perpustakaan MUHI. Selain itu beliau juga mengungkapkan pentingnya perpustakaan sebagai sebuah sarana belajar, bukan hanya pada masa sekarang namun sejak jaman dahulu. Purwoko, mewakili komunitas SLiMS Jogja menyampaikan terimakasih pada semua hadirin yang berkenan datang pada acara belajar bersama di MUHI "Selamat datang para peserta sekalian di kampus pergerakan, sebuah kampus yang dibangun dengan semangad Al-Ma'un ala Muhammadiyah, sebuah pergerakan yang dibangun oleh kyai Dahlan" ungkap Purwoko. "Hidup-hidupilah perpustakaan dan jangan mencari penghidupan dari perpustakaan" lanjutnya sebagaimana memodifikasi semboyan kyai Dahlan tentang Muhammadiyah. Sebelum menutup sambutan, Purwoko menyempatkan diri untuk mengenalkan personil SDC yang baru, yaitu mas Eddy Subratha yang juga merupakan alumni SMA Muhammadiyah 1 Jogjakarta. Mas Eddy bergabung di SDC sejak Januari 2012. Sebagaimana diketahui, mulai Januari 2012 ada penambahan 2 personil SDC. Selain mas Eddy, bergabung pula dalam SDC mas Indra Sutriadi Pipii dari Kotamobagu Gorontalo.






Acara berikutnya adalah pemaparan inovasi SLiMS oleh pak Maryanto dari tim TI MUHI. Pak Maryanto memaparkan bahwa SLiMS dipilih karena SLiMS dapat menjanjikan perkembangan yang tidak begitu saja didapatkan denga mudah dari sistem sebelumnya. Bahkah di MUHI, laporan di SLiMS telah dikembangkan sesuai standar pelaporan perpustakaan sekolah. Selain itu data member SLiMS dan PAS (Paket Aplikasi Sekolah) telah dapat di syncronize.

Acara belajar bersama ini dibagi dua, pemula dan lanjutan. Pemula mempelajari cara menginstal dan mengenal modul-modul dalam SLiMS, sedangkan kelas lanjutan mempelajari modifikasi dan trouble shooting SLiMS.

Muncul beberapa masalah yang diungkap pada kelas lanjutan:

  1. import data anggota, tanggalnya tidak ikut masuk

  2. print label dan kartu, garis tidak ikut tercetak

  3. sirkulasi tidak jalan

  4. upgrade dong

  5. kartu dua sisi

  6. mempertebal label

  7. dan berbagai masalah lainnya



















Acara berakhir kurang lebih pukul 15.45. Sebelum acara berakhir ada salah seorang peserta yang berminat membaw even belajar bareng ini di institusinya, yaitu di sebuah perpustakaan universitas swasta ternama di Jogja. Komunitas sangat berterimakasih pada pihak yang berminat pada acara ini, baik ditempati atau ikut bergabung.

Semoga sukses.

Selasa, 10 Januari 2012

Software Pengelolaan Perpustakaan Senayan Library Management System

sumber: http://irigomi.com/senayan-library-management-system.html

Irigomi.com_110002

Senayan Library Management System (selanjutnya disebut : SLiMS) merupakan sebuah sistem atau software manajemen perpustakaan. Awal kelahirannya merupakan sebuah tantangan untuk menggantikan software perpustakaan lain dari luar negeri yang telah habis masa sewanya di Perpustakaan Kementerian Pendidikan Nasional.

Tantangan tersebut dijawab oleh Hendro Wicaksono yang merupakan Lead Developer SliMS. Seiring berkembangnya kebutuhan perpustakaan maka pihak developer SliMS ini bekerja sama dengan beberapa orang, di antaranya Arie Nugraha, Arif Syamsudin, M. Rasyid Ridho, Sulfan Zayd, Purwoko dan Wardiyono. Kerja sama ini akhirnya membuahkan keputusan untuk melepaskan SLiMS menjadi sebuah software asli Indonesia yang bersifat Open Source. Dengan demikian pengguna SLiMS bebas untuk mendapatkan, mengkopi, memodifikasi dan mendistribusikan atau bahkan mengambil keuntungan dari software ini tanpa menghilangkan sumber utamanya.

Software Open Source Pengelolaan Perpustakaan Senayan Library Management System

Berikut merupakan daftar SLiMS yang telah dirilis dari tahun 2008 hingga saat ini :

Source Senayan :

  • Senayan 3 Stable1, 13 Maret 2008

  • Senayan 3 Stable2, 21 Maret 2008

  • Senayan 3 Stable3, 24 April 2008

  • Senayan 3 Stable4, 1 Juni 2008

  • Senayan 3 Stable5, 18 Agustus 2008

  • Senayan 3 Stable6, 21 September 2008

  • Senayan 3 Stable7, 13 Januari 2009

  • Senayan 3 Stable8, 14 Maret 2009

  • Senayan 3 Stable9, 7 April 2009

  • Senayan 3 Stable10 – Patch1, 22 Juli 2009

  • Senayan 3 Stable11, 17 Oktober 2009

  • Senayan 3 Stable12 Patch 3, 10 Desember 2009

  • Senayan 3 Stable13 Patch 2, 24 Maret 2010

  • Senayan 3 Stable14 (Seulanga), 5 Juni 2010, 24 Juni 2010 (patch1)


Portabel Senayan :

  • Portable Senayan 3.0 (based on senayan3 stable1), 13 Maret 2008

  • Portable Senayan 3.1 (based on senayan3 stable2), 21 Maret 2008

  • Portable Senayan 3.2 (based on senayan3 stable3), 24 Maret 2008

  • Portable Senayan 3.3 (based on senayan3 stable4), 1 Juni 2008

  • Portable Senayan 3.4 (based on senayan3 stable5), 18 Agustus 2008

  • Portable Senayan 3.5 (based on senayan3 stable6), 21 September 2008

  • Portable Senayan 3.6 (based on senayan3 stable7), 13 Januari 2009

  • Portable Senayan 3.7 (based on senayan3 stable8), 14 Maret 2009

  • Portable Senayan 3.8 (based on senayan3 stable9), 7 April 2009

  • Portable Senayan 3.9 (based on senayan3 stable10 – Patch1), 22 Juli 2009

  • Portable Senayan 3.10 (based on senayan3 stable11), 17 Oktober 2009

  • Portable Senayan 3.11 (based on senayan3 stable12), 24 November 2009

  • Portable Senayan 3.12 (based on senayan3 stable13 patch2), 24 Maret 2010

  • Portable Senayan 3.13 (based on senayan3 stable14/Seulanga), 24 Maret 2010


Keunggulan dari SLiMS ini antara lain bahwa latar belakang dari para developernya merupakan personal yang memang dari latar belakang Ilmu Perpustakaan, sehingga fitur-fitur yang ada di SLiMS merupakan fitur-fitur yang memang sangat sering digunakan dalam pengelolaan perpustakaan. Selain itu dukungan berbagai komunitas pengguna yang terbentuk sampai saat ini mampu untuk mendorong perkembangan lain demi meningkatkan kualitas dan layanan dalam rilis-rilis SLiMS ini.

Adapun fitur-fitur utama pada SLiMS adalah sebagai berikut :

  • Tampilan OPAC (Online Public Access Catalog) dengan berbagai pilihan bahasa, antara lain Indonesia, Inggris, Arab, Spanyol.

  • Katalog dengan source PHP, JavaScript dan XML sehingga memungkinkan untuk saling bertukar data antar pengguna SliMS.

  • UCS (Union Catalog Services) yaitu mampu untuk menjadi server atau client sebuah katalog besar yang terdiri dari berbagai perpustakaan pengguna SliMS. Sebagai Contoh yang telah ada adalah http://ucs.jogjalib.net.

  • Member area yang memungkinkan Administator mengklasifikasi pengguna sesuai dengan wewenang dan fasilitas yang hendak diberikan kepada member.

  • Layanan Z3950 yang mampu untuk mengambil data bibliografi dari perpustakaan Library of Congress.

  • Bibliografi dengan menggunakan standar AACR (Anglo-American Cataloging Rules) Seconds Edition Level 2 dan MODS (Metadata Object Description Schema).

  • Pencetakan label koleksi, barcode koleksi, kartu anggota, slip atau nota peminjaman/pengembalian koleksi serta laporan-laporan yang dibutuhkan dalam pengelolaan sebuah perpustakaan.

  • Absensi pengunjung dan sirkulasi menggunakan sistem manual atau barcode.

  • Inventarisasi (stick take/stock opname) perpustakaan yang terintegrasi.

  • Manajemen koleksi terbitan berkala.

  • Pelaporan-pelaporan yang detai.

  • Backup/Restore database yang mendukung keamanan database perpustakaan.


Jikalau fitur-fitur di atas masih terasa kurang, SLiMS bisa ditambah dengan beberapa plugins seperti buku tamu, peta (wikimapia.org), chatting atau plugins lain.

Demikian gambaran singkat dari sebuah software open source perpustakaan karya anak bangsa. Jika tertarik untuk mencoba mempergunakannya, silahkan kunjungi http://slims.web.id/

Ditulis oleh Muhtarom
Irigomi.com © Maret 2011

Minggu, 08 Januari 2012

Belajar SLiMS SLiMS di I:Boekoe bersama rekan-rekan dari TBM

Hari Minggu tanggal 8 januari 2012, rekan-rekan pegiat komunitas SliMS Jogjakarta berkesempatan mengampu pelatihan SLiMS bagi pegiat TBM, yang dilaksanakan di Perpustakaan Iboekoe, Jl. Patehan Alun-Alun Selatan Jogjakarta. Kegiatan ini merupakan gawe dari Indonesia Buku Jogjakarta bersama Perpustakaan Kota Jogjakarta.

Peserta yang hadir sangat beragam, terdiri dari berbagai usia dan latar belakang pendidikan. Namun semua disatukan dalam satu minat, "TBM aka Taman bacaan Masyarakat", sebuah kerjasosial membuat orang dapat memperoleh akses bacaan.

Pegiat SLiMS Jogja yang berkesempatan mengampu adalah Purwoko dan Tarto. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 13.00 sampai dengan 17.00. Kegiatan berjalan santai dan kadang diselingi canda-tawa. Apalagi dengan adanya kopi, teh dan makanan ringan yang menemani.

Materi yang diberikan adalah dengan standar minimal, mengingat waktu yang terbatas. Mulai dari install Psenayan.3.14 (Matoa), seting system, biblio, membership dan circulation serta ditambah tanya jawab terkait SLiMS.
Setelah selesai, peserta diminta bergabung dalam group FB SLiMS agar dapat saling membantu dan bertanya jika ada kesulitan.
Ayo, komunitas SLiMS lainnya lanjutkan perjuangan