Tampilkan postingan dengan label komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunitas. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 September 2012

Kabar Kopdar Open Source Se-Jogja 10 Sept 2012

Sumber: http://tuanpembual.wordpress.com/2012/09/11/kabar-kopdar-open-source-sejogja

Alhamdulillah,
Rame yang datang,


Tamu-tamu yang datang berasal dari KSL KSL antar Kampus, diantaranya.

  • KSL UAD

  • KSL AKPRIND

  • KSL UPN

  • KSL UTY

  • FOSSIL

  • OSCA

  • SAOS

  • KSL UIN

  • KSL ELRAHMA

  • BlankOn Jogja


Dan ada dua komunitas baru yang kini bergabung.

SLiMS Jogja dan KSL UMY

Masing komunitas memperkenalkan diri, kemudian bercerita tentang komunitasnya.
Esensi dari acara kopdar ini, untuk memperkenalkan komunitas-komunitas yang ada, saling mendukung, dan mampu berjalan beriringan. :D

Ada dua kendala yang terangkum oleh saya,

Pertama, KSL UMY
Mereka baru dibentuk, kemudian butuh dukungan dari komunitas lain, dan terkendala jadwal pertemuan rutin akibat jadwal kosong yang tidak serentak. Solusi sementara, Mallioboro selanjutnya akan mengambil lokasi di UMY (masih penawaran)

Kedua, SLiMS Jogja
Komunitas sudah lama terbentuk, butuh penjelasan lanjut tentang dunia opensource khususnya lisensi dan turunannya.

Selanjutnya sesi poto2,
pertemuan selesai jam 7 Malam, dan pulang.
Semoga bertemu lagi di acara selanjutnya.



Regard
Tuan Pembual

Minggu, 13 Mei 2012

ToT 12 Mei 2012

Sabtu 12 Mei adalah hari kedua bagi para inti pegiat SliMS Jogja mengadakan ToT atau training of trainer. Sama dengan pekan sebelumnya, ToT kali ini juga diampu oleh mas Eddy Subratha. Melanjutkan pelajaran (kuliah euiii) pekan yang lalu, pekan ini juga mempelajari 960.gs atau tool untuk membuat mookup disain web.


Dengan 960 grid system ini disain web akan menjadi lebih teratur, apalagi nantinya pada sisi codingnya juga dilanjut menggunakan template dari 960.gs. Selain 960 grid system, mas Eddy juga menyampaikan banyak hal terkait tool untuk membuat disain web. Ada Color Scheeme yang tersedia online dan offline, Lorep Ipsum yang digunakan untuk membuat contoh text dalam pembuatan web. Mas Eddy juga mendemokan pembuatan beberapa disain web dengan meniru disain yang ada di internet. Disain-disain yang tampak rumit itu, ternyata dengan 960 grid system dapat di "tiru" dengan mudah.

Beruntung sekali, acara ToT ini mendapatkan fasilitas cuma-cuma berupa layar sekaligus tempat yang sangat nyaman, yaitu di gedung PT Codecon yang merupakan perusahaan di mana mas Eddy bekerja. "Ini bagian dari sedekah pada komunitas", demikian mas Eddy pernah mengatakan kepada pegiat SLiMS Jogja.

Hadir pada acara sore itu: Eddy Subratha, Muhtarom, Maryanto, Budhi Santoso, Abdul Aziz, Purwoko serta dua rekan lagi mahasiswa UIN dan Amikom. Harapan ke depan, komunitas SLiMS Jogja dapat selalu meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu alat terkait teknologi informasi sehingga dapat meingkatkan pula layanan dalam bidang perpustakaannya.

Acara yang ditemani gorengan dan air mineral gelasan itu berlangsung sampai 17:30 sore. Kelanjutan pekan depan adalah dari sisi coding dengan tetap menggunakan 960GS. Semoga dapat memberi manfaat kepada banyak orang nantinya... Tidak menutup kemungkinan pada masa yang akan datang ToT akan dibuka untuk para "pentolan" komunitas SLiMS dari berbagai wilayah... :)






Sampai jumpa :)


Selasa, 01 Mei 2012

Nayanes – The SLiMS Search Proxy

Bagi yang masih belum mudeng dengan Nayanes:

  1. User/Pemustaka melakukan query ke Nayanes

  2. Hasil query dari Pemustaka kemudian di proses dan diteruskan ke masing-masing node perpustakaan yang menggunakan SLiMS atau sistem otomasi perpustakaan lain yang menyediakan web service berbasis XML MODS

  3. Setiap node akan memberikan feedback berupa XML dalam standar MODS,

  4. yang selanjutkan akan di-parsing oleh MODS dan kemudian ditampilkan dalam bentuk HTML ke pemustaka


Ingat! Nayanes tidak membutuhkan koneksi database sama sekali, dia hanya memproses web service yang disediakan oleh SLiMS and that’s how you can see the power of web service!Penasaran: http://slims.web.id/nayanes

Jumat, 27 April 2012

Komunitas SLiMS @Munas FPPTI 2012

Komunitas SLiMS Jogja @Munas FPPTI di UGM 26 April 2012

Tak disangka, Komunitas SLiMS sebagai komunitas yang berorientasi pada komunitas, para pegiat utamanya mampu "saweran" alias patungan untuk ikut menjadi sponsor pada acara Munas FPPTI 2012.

SLiMS mendapatkan meja yang strategis yaitu tepat didepan pintu/tangga masuk dan juga lorong jalan dari pintu lift menuju ruang acara.

Pagi itu, mas Haris (pegiat SliMS dari Ambon) datang paling awal langsung menghidupkan laptop menata brosur dan stiket SLiMS. Awal acara banyak pengunjung yang datang dan ngobrol bareng. Ada pak Wayan Metaram dari Bali, mas Daniel dari Univ. Machung, mas Miswan dari IAIN Walisongo dan lain sebagainya.

Obrolan tentang Meranti, Nayanes, meranti Mobile Version, migrasi dan berbagai bug fixing mewarnai berbaurnya peserta dengan pegiat SLiMS.

Tak lama kemudian, mas Eddy Subratha datang. Keduanyapun lalu terlibat aktifitas melayani diskusi para pengunjung.

Sore harinya, beberapa pegiat SLiMS yang lain mulai berdatangan. Ada mas Tarto, Aziz, Budhi, Sumaryanto...

Berikut reportase dari mas Eddy Subratha:


dari beberapa peserta seminar yang mampir ke stand SLIMS terbagi menjadi 3 versi, yang sudah menggunakan, baru akan menggunakan dan belum menggunakan SLIMS.
Yang sudah menggunakan SLIMS lebih banyak menceritakan masalah fitur yg belum tersedia di SLIMS, misal mengenai pembuatan custom report yg dibutuhkan utk pelaporan. Ya mirip-mirip report yg dulu pernah didemo Pak Maryanto MUHI. Ada juga yang menjadikan SLIMS sebagai salah satu media pembelajaran mahasiswa jurusan PERPUS (kalo gak salah Pak Widodo dari UNS Solo), namun terkendala masalah akses yang berat ketika proses input data secara bersamaan.
Untuk versi yang baru akan menggunakan SLIMS, kebanyakan masalah migrasi data dari sistem yang lama ke SLIMS. Juga terkendala karena aplikasi perpus mereka terintegrasi SIM Akademik dan pengembangan aplikasi perpus mereka sudah tidak dikembangkan lagi oleh developer yng lama.
Sedangkan yang belum menggunakan SLIMS karena kesulitan utk menginstalasi dan dukungan perangkat komputer yg belum memadai. Juga dikarenakan belum adanya komunitas di daerah setempat yang bisa membantu memberikan semacam pelatihan untuk petugas perpus
Dari beberapa peserta sangat antusias utk melihat SLIMS Meranti misal Pak Daniel dari Universitas Ma Chung Malang yang langsung membuka tabletnya utk melihat SLIMS Meranti Mobile. Juga kekaguman pada fitur OAI dan z39.50 SRU yang sangat mudah. Sayang-nya dikarenakan koneksi internet di sana sedikti macet, sehingga waktu demo SRU banyak terjadi Operation Time Out.
Brosur dan Stiker JogjaLib.NET pun laris manis karena diberikan gratis..*lumayan utk dipasang di Helm atau Motor mereka :)


Minggu, 18 Maret 2012

"Ngopi Joss", menata revolusi ala Komunitas SLiMS



Suatu waktu, pernah ada seorang teman bertanya, "Wah, nek nge-SLiMS meski jam 12 malam tetap jalan ya Pur?". Saya jawab saja "iya, memang biasanya seperti itu, malam-malam di Kopi Joss selatan Tugu Jogja". Mau? teeeet tooot.....




Hal tersebut di atas, akhirnya terjadi lagi pada tanggal 17 Maret 2012. Saat itu, kebetulan sekali pak Hendro Wicaksono dan Pak Arie Nugraha berada di Jogja. Akhirnya mereka berdua bersama pak Eddy Subratha dan saya (Purwoko) meluncur dari kawasan Club House UIN Sunan Kalijaga ke area Kopi Joss sekitar jam 8 malam. Ternyata di area Kopi Joss-nya pak Man sudah menunggu rekan-rekan dari komunitas SLiMS Jogja, ada Heri Abi, Muhtarom, Tarto, Aziz. Kemudian setelah kami datang, datang pula mas Budhi Santoso, Maryanto, Hadi Pranoto, Fiqru Mafar, Subhan Haris+Istri. Tidak disangka pula, hadir seorang pegiat SliMS yang berasal dari Ambon, namanya Haris. Beliau ini sedang membangun katalog induk beberapa perpustakaan di Ambon dengan domain http://ambonlib.net. Belakangan diketahui, bahwa selain katalog AmbonLib.Net, mas Haris juga membangun sistem pencarian terpadu ke semua SLiMS yang online di internet. Aplikasi pencarian terpadu tersebut ada di url http://search.ambonlib.net.

Sebelum ngobrol mengenai SliMS dan segala sesuatunya, ada acara perkenalan singkat yang saya lakukan terutama untuk pak Haris dari Ambon. Selanjutnya ngobrol kesana-kemari dibarengi dengan menikmati sajian Kopi Joss serta "ubo rampe" ala angkringan Jogja. Terdapat sego kucing, tempe goreng, sate kerang, sate ayam, lumpia, telo goreng, apem, kopi susu, kopi jahe dan semacamnya. Sebagian besar awak komunitas yang datang memesan Kopi Joss sebagai sajian minumnyaa. Dinginnya malam, dibalut dengan suasana khas Jogja menambah semarak acara ngobrol bareng ini, apalagi dengan diselingi para pengamen yang silih berganti.


Pada acara ini, pak Hendro sempat memberitahukan tentang acara SDD/Senayan Developers Day yang akan dilaksanakan pada liburan panjang akhir bulan Maret 2012. Selain itu juga diumumkan beberapa projek "revolusioner" SLiMS dan beberapa aplikasi yang terkait. Sssssst, informasi apa saja aplikasi tersebut masih dirahasiakan di blog ini yak.. :) Emmm, oke dah saya kasih satu bocoran. KopiJoss76, merupakan sebuah paket aplikasi yang akan muncul dalam kaitannya dengan projek SLiMS. KopiJoss76, 76=TG=Tugu, jadi KopiJoss76=Kopi Joss di Tugu Jogja. Aplikasi ini adalah paketan yang berisi UCS SliMS, SliMS itu sendiri, Drupal yang didalamnya terdapat plugin SLiMS. Dengan KopiJoss76 diharapkan perpustakaan yang ingin membangun, atau belajar membuat website yang terintegrasi dengan SliMS dapat terfasilitasi.
Aplikasi lain? ditunggu launchingnya yak..
Ngobrol juga menyentuh hal-hal terkait teknis SLiMS. Beberapa usulan muncul, mulai dari katalog buku, membuat item otomatis (berdasar jumlah), barcode generator, penyempurnaan ucs, desain template, perbaikan bug, penambahan alamat pada lokasi koleksi di ucs, delete image cover, dan lain sebagainya. Ngobrol juga merambah pada etika Opensource. Pak Arie dan Hendro menekankan kembali tentang taat asas pada GPL v.3, khususnya terkait penggunaan SLiMS.



Mas Haris dari Ambon, juga sempat bercerita dan menunjukkan AmbonLib.Net yang sedang dia bangun. Menurutnya, di Ambon sudah ada beberapa perpustakaan yang mulai menggunakan SLiMS, rencananya beliau akan menyatukannya di AmbonLib.Net.

Berbagai pengalaman yang menyenangkan dan kadang membuat gelak tawa muncul dari masing-masing pribadi pegiat SliMS. Ada yang mengaku install slims seharian di bayar 200.000, ada yang di ajak makan sate sebagai tanda terimakasih dan pengalaman menarik lainnya.

Sebagai sebuah tiluna Manajemen Perpustakaan, SLiMS dibangun dengan mengedepankan komunitas sebagai basis pengembangan. Atas dasar hal tersebut, beberapa jargon SliMS kemudian muncul.
SLiMS, Librarian Social Network
SLiMS, tiluna ramah lingkungan
SLiMs, library system for library freedom

Adalah sesuatu yang di luar dugaan, SLiMS dapat menjadi perekat komunitas yang lahir di beberapa daerah. Sebagaimana di Jogja, komunitas SLiMS bangun dengan semangat berbagi dengan tidak didasari oleh kepentingan sesaat. Komunitas SLiMS berusaha bangkit dengan semangat mandiri secara bersama-sama.




Pukul 22:30, para pegiat Slims mulai meninggalkan area KopiJoss. Sebelum bubar, disempatkan foto bersama.

Foto: Budhi Santoso

Teks dan Video: Purwoko

Minggu, 15 Januari 2012

Belajar Bersama Edisi Januari 2012

Komunitas SLIMS Yogya mungkin sudah tahu betapa penting sebuah komitmen untuk secara bersama-sama berbagi ilmu pengetahuan khususnya di bidang pengembangan perpustakaan digital di Indonesia. Untuk membangun sebuah komitmen perlu dilakukan sebuah bukti nyata untuk mewujudkan sebuah kemajuan khususnya dibidang pengembangan perpustakaan digital di Indonesia. Dan salah satu bentuk komitmen dari Komunitas SLIMS Yogyakarta adalah dengan mengadakan kegiatan Rutin yang bertemakan Diskusi dan Berbagi ilmu pengetahuan Khususnya dibidang pengembangan Perpustakaan Digital dengan menggunakan Program bernama SLIMS (Sebelumnya dikenal dengan Senayan).

Acara ini juga GRATIS .

Hari/ Tanggal : Sabtu, 21 Januari 2012 pukul : 12.00 – selesai

Lokasi : SMA Muhammadiyah 1 yogyakarta bawa : snack sendiri2 ya...

lokasi:

http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF&msa=0&msid=109968486189537098088.000491fbcc1b7c94d728f

Konfirmasi kehadiran sms : CP :- Sumaryanto atau http://jogjalib.net/belajar/

undangan silakan unduh di http://upload.ugm.ac.id/559undanganslims.jpg

(teks  berita dan gambar: Tarto, undangan by Sumaryanto)

Selasa, 10 Januari 2012

Seseorang di Balik Irigomi.com

Irigomi, adalah sebuah blog yang kaya informasi khususnya terkait SLiMS dan perpustakaan. Tak dinyana, ternyata penulisnya memiliki kisah inspiratif yang layak ditiru:

selengkapnya:

sumber: http://irigomi.com/seseorang-di-balik-irigomi.html

Siapa yang menyangka perjalanan hidup saya akan singgah di sini? Di sebuah perpustakaan SD sebagai petugas pengelola perpustakaan. Latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan apa yang saya kerjakan saat ini. Ya, saya hanya seorang lulusan SMK Pertanian dan Kehutanan jurusan Perkebunan yang biasa memegang cangkul dan parang.

Tahun 1998 saya mulai masuk ke beberapa SD di sekitar Imogiri sebagai pembina Pramuka. Hingga Juli tahun 2000, saya masuk di SD Tunggalan III desa Sriharjo, Imogiri, sebagai seorang honorer pesuruh SD (baca: tukang kebun). Tugas saya saat itu antara lain membuka pintu sekolah di pagi hari, membuatkan minum bagi Kepala Sekolah dan Guru, menyapu dan bersih-bersih lingkungan SD serta tugas-tugas lain yang biasa dikerjakan oleh seorang pesuruh.

Pada tahun 2003/2004 pemerintah menjalankan program regrouping beberapa SD. Salah satu sekolah yang diregrouping adalah SD Tunggalan III. SD Tunggalan III digabung dengan SD Tunggalan I yang masih berada dalam satu kelurahan Sriharjo menjadi SD Tunggalan (cikal bakal SD Sriharjo). Saat itulah perjalanan ini dimulai. Dikarenakan dari SD Tunggalan I sudah ada pesuruh yang berstatus PNS, maka oleh Kepala Sekolah yang baru Bp. Ponikir Widiarno, A.Ma.Pd., tugas saya diubah. Saya yang sebelumnya adalah pesuruh SD, setelah regrouping tersebut ditugaskan sebagai pengelola perpustakaan SD Tunggalan.

Hanya berbekal niat dan ikhlas (tanpa bekal ilmu), saya jalankan tugas tersebut sebisa saya. Benar-benar dari nol. Dari sekedar membersihkan ruangan, merapikan buku-buku di almari yang jumlahnya tidak sampai 1000 eksemplar, serta melayani anak-anak yang ingin membaca di tempat (belum dipinjamkan/bawa pulang). {Menurut kata orang pinter, keadaan saat itu adalah perpustakaan yang hanya sekedar ada, sebagai gudang penyimpanan tumpukan buku. Ya, hanya buku-buku tertumpuk. Tidak ada inventarisasi atau apapun. Hanya sekedar stempel sekolah saja yang ada pada buku-buku tersebut.}

Hal tersebut berjalan sampai Mei 2006. Gempa Bumi Bantul, 27 Mei 2006 menghancurkan semua. Tanpa tersisa sedikit pun jua. Hanya puing-puing bangunan yang menandakan bahwa kemarin/dulu di situ ada bangunan sekolah SD Tunggalan.

Pelan-pelan kami kumpulkan barang yang tersisa. Buku-buku banyak yang hilang dan rusak oleh air hujan. Berminggu-minggu kami keluarga besar SD Tunggalan berbenah mengumpulkan puing-puing yang terserak.

Juni – Agustus 2006, bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi terus berdatangan. Sekolah-sekolah darurat dibangun untuk melanjutkan kegiatan pendidikan yang beberapa saat terhenti. Tanpa diduga sebelumnya, SD Tunggalan tempat saya mengabdi mendapat bantuan dari sebuah yayasan yang berkantor di Bali. Yayasan MUM (Manusia Untuk Masyarakat) – Bali, yang donaturnya dari orang-orang luar negeri yang peduli kepada Indonesia.

Yayasan MUM-Bali memberi bantuan gedung sekolah beserta segala isinya untuk SD Tunggalan. Bantuan tersebut antara lain 6 ruang kelas, 1 ruang komputer, 1 ruang perpustakaan, dan 1 ruang laboratorium. Sangat lengkap dan mewah untuk ukuran SD di wilayah Imogiri. Dalam benak saya timbul pikiran, “Dengan fasilitas yang lengkap dan mewah ini, sungguh sayang jika tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh kami, warga SD Tunggalan.”

Pada Agustus 2006 tersebut, oleh Kepala Sekolah, saya diberi tambahan tugas untuk memberi bimbingan belajar komputer bagi siswa SD Tunggalan. Padahal komputernya belum tiba dan saya sama sekali belum bisa komputer, bahkan bagaimana menghidupkan komputer pun saya belum tahu?! (Gaptek banget nih, orang… :D ) Dengan modal nekat, tugas itu saya sanggupi. (OK, saya berani!). Berbekal buku modul kursus MS Office milik seorang teman, saya mengajar komputer untuk anak-anak siswa SD Tunggalan di sekolah darurat tersebut. Dengan gambar-gambar yang ada di buku, saya jelaskan maksud dari pelajaran tersebut. Belum ada komputer, dan saya pun sama sekali belum bisa/punya komputer. (Nekad dan nekad! Show must go on!!).

Alhamdulillaah, rejeki pun datang. Nopember 2006 saya bisa ikut kursus komputer. Dasar-dasar MS Word dan MS Excel. Itu pun hanya 13 kali pertemuan. Yach, lumayanlah untuk bekal membimbing anak-anak.

Pada bulan Nopember 2006 itu juga, turun SK Bupati Bantul tentang penggabungan/regrouping 2 SD antara SD Tunggalan dan SD Gondosuli (keduanya di wilayah desa Sriharjo, berjarak sekitar 300 meter) menjadi satu SD yang bernama SD Sriharjo Imogiri dengan Kepala Sekolah yang baru yaitu Bp. Drs. Sutapa, M.Pd..

Di SD Sriharjo tersebut, tugas saya masih sama yaitu mengelola perpustakaan dan memberi bimbingan anak-anak belajar komputer. Perpustakaan SD Sriharjo yang baru, cukup bagus (koleksi, ruangan dan perabotannya). Dengan bantuan sekitar 1500 buku, saya menjalankan (baca : menjaga) perpustakaan itu. Belum ada perubahan dalam pengelolaannya, masih sekedar ada saja. Saya tahu kekurangan tersebut. Namun, saya belum bisa mengatasinya. (sudah ada gagasan, tapi belum mampu mewujudkannya).

Dalam keadaan yang tidak menentu karena gempa bumi itu, saya mencari hiburan di warnet bersama teman. Ya, saya pertama kali mengenal warnet sekitar Desember 2006. Membuka Google saja masih bingung. Saya tidak mengada-ada, tapi itulah kenyataannya.

Satu yang hampir saya lupakan. Saya mengenal internet pertama kali melalui sebuah tabloid handphone “PULSA”. Hingga saya bela-belain membeli ponsel Siemens C75 menggunakan bantuan dana rekonstruksi yang saya terima. Itulah tonggak awal saya mengenal IT. Melalui ponsel tersebut saya belajar browsing, download dan membuat e-mail. Lama-lama jenuh juga. Saya merasa ponsel masih kurang leluasa untuk digunakan sebagai alat belajar dan berkreasi. Saya ingin alat yang lebih lengkap fiturnya, dan itu adalah komputer. Tapi bagaimana caranya untuk memiliki komputer yang harganya pasti berjuta-juta? (pikir saya saat itu.)

Sambil menabung, saya hampir tiap seminggu sekali main ke sebuah warnet. Tujuan ke warnet saat itu bagi saya adalah hiburan. Sekedar hiburan saja, tidak lebih. Sebab walaupun sering ke warnet, saat itu saya belum mampu mengoperasikan komputer dengan baik dan benar. Tahunya hanya buka Google dengan kata kunci “bla… bla… bla….” itu saja. Yang saya dapatkan selepas dari warnet, hanya sekedar rasa senang. Tidak lebih.

1 Juli 2007 akhirnya saya bisa memiliki sebuah komputer. Saya membeli di pameran komputer dengan harga 1,3 juta rupiah. Spesifikasi Intel Pentium III 800 MHz, ram 256 MB, harddisk 10 GB dan monitor 17 inchi. Senang rasanya, bisa belajar komputer sendiri di rumah.

Acara main ke warnet masih terus berjalan. Pada tanggal 17 Juli 2007, saya ditawari oleh pemilik warnet langganan saya untuk menjadi operator di sana menggantikan seorang operator yang keluar. Padahal saat itu saya belum tahu apa-apa tentang komputer, internet dan jaringan. Tantangan berat, nih. OK, saya sanggupi. Sekalian belajar lebih banyak tentang IT. Terlanjur basah…. Menyelam sekalian, dech…..

Pada awal-awal kerja, saya sering dikerjain oleh sesama teman operator. Entah itu billingnya atau komputernya. Bingung juga saya, saat itu. Tapi, ternyata hikmahnya banyak sekali. Di warnet itulah saya belajar tentang komputer, internet dan networking. Tapi hanya dasarnya saja, sekedar memperlancar operasional warnet. Belajar olah grafik untuk cetak photo dengan photoshop dan corel draw. Surfing mempelajari berbagai hal yang saya senangi. Dari dasar html, joomla, grafis, animasi sederhana, program 3 dimensi Blender dan Cinema 4D sampai tentang nguprek-uprek komputer. Saya benar-benar merasakan manfaat internet sebagai pusat belajar saya.

Sebagai korbannya adalah komputer saya yang di rumah. Sering saya jadikan kelinci percobaan. Belajar instal ulang berkali-kali. Sampai-sampai suatu saat harddisknya rusak. (repot, nih…) Tapi itulah proses belajar. Perlu modal niat, pikiran dan materi juga.

Perjalanan saya terus berlanjut. Malam kerja di warnet, dan pagi hari di sekolah. Hingga Desember 2007, oleh Kepala Sekolah saya diberi tugas untuk mengikuti Diklat Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Dasar di UGM dengan penyelenggara ASKADOL. Di sanalah saya pertama kali bertemu mas Purwoko, mas Heri Abi Burachman dan mas Arif Surachman. Berkat beliau bertiga, saya mengenal pengelolaan perpustakaan. Dari mas Purwoko saya mendapat informasi tentang otomasi perpustakaan, WINISIS, Openbiblio dan PSenayan. Dan itu sejalan dengan gagasan saya, ingin mengoptimalkan sumber daya yang ada di SD Sriharjo untuk perpustakaan.

Sepulang dari diklat itu, banyak gagasan yang ada di kepala saya untuk memajukan perpustakaan SD Sriharjo. Tapi gagasan tinggal gagasan yang belum bisa terlaksana dikarenakan kesibukan yang dijalani. Sebab saya di Sekolah selain bertugas sebagai pengelola perpustakaan juga membimbing pelajaran TIK. Selain itu kesibukan yang banyak menyita adalah tugas membantu administrasi sekolah. Maklum saat itu belum ada karyawan khusus yang menangani administrasi. Jadi ide-ide perpustakaan sementara hanya terpendam dalam benak saya.

Pucuk di cinta, ulam pun tiba… begitu pepatah mengatakan. Kesempatan itu akhirnya datang juga. SD Sriharjo Imogiri ditunjuk oleh pengawas TK/SD kecamatan Imogiri (saat itu dibimbing oleh Ibu Hj. Dra. Ratna Susantiningsih, M.Pd.) untuk mewakili Imogiri dalam Lomba Kinerja Perpustakaan tingkat Kabupaten Bantul.

Saya diberi tugas untuk mempersiapkan perpustakaan untuk menghadapi lomba tersebut. Kepada Kepala Sekolah saya sampaikan bahwa saya butuh bantuan tenaga pengelola perpustakaan. Sekalian untuk menambah nilai (pendidikan saya bukan perpustakaan, butuh yang berpendidikan perpustakaan sebagai pustakawannya untuk mencapai nilai yang bagus), SD Sriharjo meminta tolong kepada mbak Nurul Sinto Ambawani, S.IP. untuk menjadi Pustakawannya di dalam struktur organisasi.

Bersama mbak Nurul saya mempersiapkan perpustakaan. Beliau yang mengklasifikasi sampai katalogisasi. Saya menggarap komputerisasi perpustakaannya. Dari berbagai open source otomasi yang ada, saat itu pilihan saya jatuh pada Psenayan3-Stable2. Kelihatannya keren. Tapi saya harus merubah banyak untuk diaplikasikan di sekolah dasar. Sebab sasaran utamanya adalah anak-anak. Dari segi tampilannya saya harus merubah sesuai karakter anak SD. Tapi kok bahasa Inggris?? Anak SD belum bisa menggunakannya Bingung juga saat itu. Terpaksa saya beranikan nguprek-uprek kode-kode Psenayan agar bisa berbahasa Indonesia. Modal saya hanya sedikit pengalaman bahasa html dan sedikit pengetahuan dari Joomla. Saya mempelajari kode-kode PHP melalui Psenayan itu. Alhamdulillaah…. Kesampaian juga keinginan saya untuk sistem otomasi di perpustakaan SD Sriharjo menggunakan PSenayan.

Menjelang penilaian perpustakaan SD tingkat Kabupaten Bantul pada bulan Oktober 2008, semua persiapan telah selesai. Administrasi dan kelengkapannya yang manual dah beres. Otomasi dah siap, walaupun belum sempurna. Belum ada barcode scannernya. Yang penting sudah masuk database dulu. Sirkulasi sedikit demi sedikit mulai berjalan. Tinggal menunggu kehadiran tim penilai saja.

Alhamdulillaah usaha itu tidak sia-sia. Pada tingkat kabupaten, kami bisa mewakili kabupaten Bantul untuk tingkat propinsi D.I. Yogyakarta. Apa yang saya perbuat belum apa-apa. Saya tidak mengharapkan prestasi. Dalam benak saya hanya menjalankan tugas sebaik-baiknya yang saya bisa. Kalau saya tidak bisa, saya akan berusaha mengetahui bagaimana cara untuk mengatasinya.

Setelah hari penilaian tersebut, saya berusaha untuk meningkatkan pengelolaan perpustakaan SD Sriharjo. Saya telah banyak belajar dari mbak Nurul Sinto A yang saat itu telah kembali ke tempat tugasnya di SD Pundung Imogiri. Sebuah pengalaman yang berharga bisa bekerja sama dengan beliau. Seorang pustakawan dari S1 Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pelan-pelan kegiatan perpustakaan SD Sriharjo terus berjalan. Naik turunnya grafik adalah hal yang lumrah. Namun secara garis besar, animo anak-anak untuk memanfaatkan perpustakaan meningkat. Itu yang saya sukai. Saya semakin asyik berpetualang di rimba buku…. bersama anak-anak siswa SD Sriharjo.

Pada tahun ajaran baru 2009 – 2010, terjadi perubahan dalam pembagian tugas personal di SD Sriharjo Imogiri. Pejabat Kepala Sekolah telah berganti pula. SD Sriharjo dipimpin oleh Bp. Drs. Sutaryana Sejak bulan Juli 2009, jatah saya hanya mengurusi perpustakaan saja. Tidak lagi mengajar komputer atau mengerjakan tugas administrasi sekolah. Pikiran saya bisa lebih fokus di perpustakaan. Apalagi, mulai saat itu, dalam jadwal pelajaran sehari-hari, ada jam-jam khusus dari semua kelas untuk masuk ke ruang perpustakaan. Masing-masing kelas mendapatkan 2 jam pelajaran wajib kunjung ke perpustakaan di setiap minggunya.

Di situ saya mulai berpikir, “apa sih, yang akan saya lakukan untuk mereka agar pola pikir anak-anak bisa berbeda dari pada sebelum masuk ke perpustakaan?” Sulit juga untuk menjawab pertanyaan itu. Hal tersebut dikarenakan masih banyak teman-teman guru yang seolah acuh tak acuh terhadap perpustakaan. Selain itu berbagai kendala lain yang tak bisa saya sebutkan di sini, menjadi hambatan yang kadang sulit saya hindari. Namun, saya terus melangkah. Sekali lagi niat saya adalah menjalankan tugas sebaik-baiknya. Saya tidak mencari keuntungan apapun atas tugas yang saya kerjakan. Saya hanya ingin belajar, bagaimana bisa bermanfaat bagi orang lain.

Atas inisiatif saya sendiri, saya mewajibkan anak-anak yang masuk perpustakaan untuk membawa buku catatan perpustakaan. Saya ingin agar mereka mencatat apa saja yang mereka baca di perpustakaan. Terserah, bebas sesuai kesenangan mereka. Satu tujuan saya, bahwa apa yang mereka baca sebelumnya, tidak akan lekas hilang dengan catatan yang mereka buat. Bagi saya, di situlah makna belajar mandiri. Mereka belajar memahami apa yang mereka baca. Kemudian mereka belajar untuk menuangkannya dalam bentuk catatan. Walaupun hanya sekedar beberapa kalimat saja. Apabila mereka terbiasa memahami apa yang mereka baca, maka tak akan sulit bagi mereka untuk memahami pelajaran mereka di kelas. Hanya itu maksud saya, mewajibkan mereka untuk mencatat di setiap jam kunjungan wajib mereka. Dan semoga langkah yang saya ambil ini bisa mereka rasakan manfaatnya, nanti…..

Sampai akhirnya pada bulan Desember 2009, Perpustakaan SD Sriharjo Imogiri mewakili Kabupaten Bantul dalam lomba Kinerja Perpustakaan SD tingkat Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sungguh tidak saya duga sebelumnya, dengan segala kendala yang saya hadapi dan keterbatasan yang ada, kami diberi kehormatan untuk menjadi peringkat pertama di tingkat propinsi dan menjadi wakil Yogyakarta di ajang Lomba Kinerja Perpustakaan SD tingkat Nasional.

Ya… Alloh, mampukah saya? Begitu berat amanah ini. Pantaskah kehormatan ini kami sandang? Satu yang saya pikirkan. Bahwa perpustakaan bukan hanya sekedar koleksi, sarana dan prasarana serta SDM-nya. Ketiga faktor tersebut, kami masih kurang. Satu lagi yang lebih penting. Benarkah perpustakaan SD Sriharjo sudah bisa berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah kami? Sulit bagi saya untuk menjawabnya. Kami masih jauh dari semua itu…. Namun tugas tetaplah tugas yang harus saya laksanakan dengan sebaik-baiknya. Sekali lagi, saya tidak pernah berpikir untuk sebuah prestasi. Sebab prestasi bagi saya hanyalah sebuah perhiasan yang menyilaukan, yang yang akan membuat kita terpeleset jika terlalu silau kepadanya….. Saya hanya berpikir, bagaimana perpustakaan di sekolah kami bisa bermanfaat maksimal bagi kami di SD Sriharjo khususnya. Dan itu belum bisa saya/kami capai.

Waktu pun terus berjalan, begitu pula langkah kaki saya. Masih banyak kerikil tajam yang menggores telapak kaki ini. Kadang perih. Namun apa boleh buat, saya harus melaksanakannya.

Teriring ucapan terimakasih sedalam-dalamnya kepada yang terhormat:

  1. Bp. Drs. Abani (Camat Kecamatan Imogiri)

  2. Bp. Drs. Sapto Priyono (mantan Ka UPT PPD Kec. Imogiri)

  3. Bp. Drs. Sumarjono (Ka UPT PPD Kec. imogiri)

  4. Ibu Hj. Dra. Ratna Susantiningsih, S.Pd.

  5. Bp. H. Drs. Sutapa, M.Pd.

  6. Bp. Drs. Sutaryana

  7. Ibu Sri Ning Lestari, S.Pd.

  8. Bp/Ibu Guru dan Karyawan SD Sriharjo

  9. Komunitas SLiMS Jogja

  10. Serta semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.


Bahwa merekalah yang selalu mengiringi langkah saya dari awal hingga hari ini. Semoga Alloh SWT senantiasa melimpahkan nikmat, rahman dan rahiimNya serta barokah kepada mereka semua… Amiien.

Revisi : Juni 2011

Minggu, 10 April 2011

Workshop SLiMS di Universitas Ma Chung

Tanggal 9 April kemarin, Purwoko yang merupakan salah satu personil SDC bagian projek dokumentasi yang juga koordinator komunitas SLiMS Jogjakarta, menjadi narasumber dalam workshop SLiMS yang diselenggarakan di Universitas Ma Chung Malang.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh perpustakaan Ma Chung dan didukung oleh pihak Rektorat, FPPTI Jawa Timur dan juga Perpustakaan Kota Malang. Hadir dalam kegiatan ini tamu undangan diantaranya: Ketua FPPTI Jawa Timur, Rektor UMC dan Wakil Rektor UMC, Kepala Perpustakaan Unibraw, Kepala Perpustakaan Kota Malang.

Peserta pelatihan ini sedikitnya berjumlah 90-an orang dari berbagai institusi, baik sekolah, perguruan tinggi, seminari, individu dan lain sebagainya, yang berasal dari Malang, Surabaya maupun Bali.  Singkatnya waktu, membuat pemateri meringkas materi hanya pada install, bibliografi, membership dan sirkulasi. Pemateri juga memberikan waktu 15 menit akhir untuk sesi tanya jawab.

Dalam sesi tanya jawab ini, berbagai pertanyaan peserta muncul. Misalnya,
"Jika sudah menggunakan software lain, apakah dimungkinkan migrasi?",

"Apakah hak akses tiap pustakawan dapat dibatasi sesuai area kerjanya?",

"Apakah jika sudah menggunakan senayan stable 12 dapat diupgrade ke stable14/terbaru?",

"Bagaimana memperbesar kapasitas upload file di attachment?",

"Apakah dalam SLiMS ada fitur cetak katalog?"

dan berbagai pertanyaan lainnya.



Selain tanyajawab, narasumber juga bercerita tentang perkembangan komunitas SLiMS Jogjakarta. Untuk membangun komunitas SLiMS, tidak perlu dana besar. Cukup dengan kepercayaan antar personil dan digerakkan dengan model kultural. Pembangunan union catalog juga menjadi agenda yang diharapkan bisa dilaksanakan oleh komunitas. Dengan adanya katalog induk ini, maka tiap unsur komunitas merasa memiliki sebuah produk dari komunitasnya. Inilah yang akan menjadikan perekat dari kegiatan berkomunitas. Kegiatan Komunitas SLiMS juga tidak sekedar berkaitan dengan teknologi, namun juga dapat mengkaji hal yang lebih luas pada ilmu perpustakaan dan informasi. Misalnya literasi informasi, manajemen perpustakaan, pengembangan koleksi, kerjasama perpustakaan dan lain sebagainya.

Komunitas SLiMS Jawa Timur mempunyai dua basecamp, Universitas Widya Mandala dan Universitas Ma Chung. Kedua wilayah ini memngkoordinir dua bagian yang berbeda di wilayah Jawa Timur.

Hal yang menarik dan patut dihargai adalah komunitas SLiMS Jawa Timur juga lihai dalam menjalin kerjasama saling menguntungkan antara perguruan tinggi (yang diperlihatkan dengan dukungan resmi dan kehadiran rektor Ma Chung), perpustakaan perguruan tinggi (diperlihatkan dengan hadirnya FPPTI) serta komunitas Opensource SLiMS sendiri. Bahkan di Ma Chung, Perpustakaan UMC menyediakan ruang khusus untuk tempat berkumpulnya komunitas SLiMS Jawa Timur, serta mengajak mahasiswa Sistem Informasi untuk "nimbrung" dalam kegiatan berbau opensource ini.

Perpustakaan UMC sendiri menggunakan SLiMS untuk pengelolaan koleksi jurnal digitalnya.

bravo Komunitas SLiMS...

Minggu, 27 Maret 2011

Liputan Khusus Seminar dan Launching Komunitas SLiMS Jawa Timur

Sumber YPPI

Sekitar 200 peserta dari berbagai wilayah di Jawa Timur hingga Madura dan Malang hadir dalam acara Seminar sekaligus Launching Komunitas SLiMS Jawa Timur yang diselenggarakan di Universitas Widya Mandala Surabaya. Bertepatan dengan hari Sabtu 26 Maret 2011 ini menghadirkan dua pembicara utama yaitu Hendro Wicaksono dari Lead Developer  dan Verdi Yudha (Alih Media Dijital).

Acara yang dimulai sejak pukul 08.30 W.I.B diawali dengan sambutan dari pihak Widya Mandala dan  Kepala Perpustakaan Widya Mandala Vincent menyatakan bahwa diselenggarakan acara seminar dan launching komunitas SLiMS Jawa Timur ini dikarenakan adanya tuntutan kemajuan teknologi yang sangat pesat sehingga pustakawan harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut. Salah satu pemanfaatan tersebut adalah dengan adanya software SLiMS.

Dalam sambutanya Hendro Wicaksono mengatakan banyak hal terkait pengembangan perpustakaan dihgital di Indonesia. Salah satu poin yang sangat di tekankan adalah pentingnya seorang pustakawan dalam memilih sebuah software perpustakaan. Seorang pustakawan jangan sampai memilih sebuah software perpustakaan berbayar mahal akan tetapi hak sebagai pustakawan dalam mengelola perpustakaan justru sangat terbatas dan tergantung dengan perusahaan pembuat software tersebut.

Hendro Wicaksono juga menyatakan bahwa software SLiMS dibuat untuk bisa memberikan solusi atas banyaknya permasalahan tersebut. Keberadaan SLiMS sangat di dukung dengan banyaknya komunitas di berbagai wilayah seperti Jogja, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Pati, Surabaya, dan terbaru adalah Jawa Timur.

Melalui komunitas inilah diharapkan para pustakawan bisa saling berbagi ilmu dan memecahan berbagai masalah ketika ada kesulitan. Dari sinilah diharapkan kemajuan teknologi dibidang perpustakaan terus berkembang hingga menyebar ke berbagai wilayah di selkuruh Indonesia.

Senin, 14 Maret 2011

Menampilkan 10 Judul Terpopuler Pada Senayan Library Management System

Sumber di sini

Senayan merupakan Open Source Library Management System berbasis web yang dikembangkan oleh Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Senayan memiliki beberapa fitur antara lain mampu menangani koleksi buku, keanggotaan, sirkulasi buku, barcode, laporan dan statistik. Selain menangani buku teks, senayan juga mampu menangani media lainnya seperti e-book dan cd-rom. Fitur lebih lengkapnya dapat dilihat disini.

Pada artikel ini saya ingin mencatat hasil belajar semalam, yaitu menampilkan 10 Judul Terpopuler pada LMS Senayan. Sebagai catatan saya menggunakan senayan versi senayan3-stable12 dan template green.

Hasil : http://dlibrary.akatelsp.ac.id/



Caranya dengan mengedit file \template\green\index_template.inc.php sisipkan kode yang didapat dari modul Admin Rreporting pada bagian sidepan. Untuk melihat sourcenya silahkan download file berikut Senayan Template Green Edited (338)

atau download di sini

Kamis, 10 Maret 2011

Reportase: Workshop 5-6 Maret 2011

Foto kegiatan hari pertama dan kedua bisa diunduh di sini, Dokumen lain silakan unduh di Blog Jogjalib.Net
[gallery]
Pada tanggal 5-6 maret yang lalu, Komunitas SliMS Jogjakarta berkesempatan mengadakan workshop SLiMS. WS ini pada awalnya kami buka untuk memberi kesempatan pada para pustakawan sekolah yang ingin mempelajari SliMS. Namun seiring perjalanan waktu ternyata banyak pustakawan selain dari sekolaah yang tertarik untuk mendaftar.

Total peserta pelatihan ini seitar 55-an orang. Berasal dari Jawa timur, sulawesi, jawa tengah, Jogjakarta, Jawa Barat dan Jakarta. Pak Ardi, S.Sos, merupakan peserta terjauh yang berasal dari makasar.

Para peserta menginap di hotel/penginapan sekitaran KPTU Fakultas Teknik UGM, tempat dilaksakan workshop ini. Workshop dimulai pada Sabtu, 5 Maret jam 8.00. Diawali dengan pembukaan, selamat datang dari panitia, perkenalan panitia dan peserta, kemudian disambung sesi 1.

Sesi pertama di bawakan oleh Arif Surachman, dengan materi pengantar otomasi perpustakaan berbasis SLiMS, Install dan Master File. Sesi berikutnya adalah Bibliografi dan Membership yang disampaikan oleh Muhtarom. Hari Sabtu ditutup dengan sesi terakhir Sirkulasi dan Stocktake oleh Budhi Santoso.

Hari kedua, sesi pertama adalah review dan tips/trik yang disampaikan oleh Purwoko.  Materi tips dan trik adalah seting P2P service, menambah slideshow dan berita di OPAC, memperbesar kapasitas upload, menambah jenis file yang dapat diupload, seting visitor counter, install plugin guestbook.

Sesi berikutnya diampu oleh Heri Abiburachman Hakim dengan materi pengelolaan terbitan berkala dan backup SLiMS.

Pada hari kedua, atas usul dari peserta, workshop dibagi menjadi dua karena peserta workshop ini ada yang masih pemula serta ada yang sudah mahir.

Untuk pemula disendirikan dan diampu oleh beberapa pegiat komunitas SLiMS Jogja dengan materi dasar. Panitia berharap peserta pemula ini benar-benar membawa sesuatu ketika pulang nantinya.

Dalam workshop ini, kepada peserta dibagikan modul, blocknote, pena, stiker SLiMS, gantungan kunci SLiMS serta CD Master. CD Master terdiri dari master psenayan, senayan3-stable14, matoa, xampp, notepad++, openoffice, flashplayer for windows, firefox, contoh file image dan file lampiran, serta softfile manual SLiMS Seulanga.
Berikut video tentang workshop tersebut:



Jumat, 11 Februari 2011

Temu Komunitas SLiMS Jogja di UNY

Sangat berharga bantuan dari perpustakaan UNY. Bantuan dalam menyediakan tempat untuk komunitas dalam belajar bersama. Ini dilakukan pada tanggal 29 Februari Januari 2011.

Dalam acara ini hadir kurang lebih 30-an peserta, baik pustakawan maupun mahasiswa jurusan perpustakaan.

Berkenan memberi sambutan dalam acara ini, Bapak Sofyan Riyanto, MA selaku wakil dari UNY. Beliau menyampaikan semestinya komunitas SLiMS Jogja bisa membuat organisasi yang lebih rapi, dan mulai berfikir ke profit. Profit disini untuk melaksanakan/menggerakkan roda organisasi/komunitas. Kerapian oranisasi, mulai dari hal kecil seperti persuratan harus terdokumentasikan.

Purwoko, sebagai koordinator menyampaikan terimakasih atas saran dari Bapak Sofyan Riyanto. Purwoko juga menyampaikan bahwa teknologi hanya salah satu bagian saja dari perpustakaan. Jangan sampai dalam belajar SLiMS, melupakan aspek lain dari perpustakaan. Teori-teori  dalam ilmu perpustakaan dan informasi teta harus diikuti.

Pada belajar bersama ini, didemokan bagaimana memigrasikan database ISIS ke SLiMS. Kemudian acara dipandu oleh Budhi Santoso serta Tarto. Beruntung pada kesempatan ini, rekan dari media (Harian Jogja) berkenan meliput acara.

Minggu, 16 Januari 2011

Integrasi Random Awan Tag pada SLiMS



Sumber PrimurLib.Net

Download wp-cumulus nya di http://downloads.wordpress.org/plugin/wp-cumulus.1.23.zip, pastikan ada file tagcloud.swf dan swfobject.js karena 2 file ini yang dibutuhkan. Simpan 2 file tersebut di folder js di direktori SLiMS nya. Kemudian edit file index_template.inc.php yg bisa ditemukan di folder theme yang digunakan oleh SLiMS tersebut. Cari baris
<div class="grid_2" id="side-menu">

kemudian di bawahnya tambahkan kode seperti ini :



<div>Random Cloud Tags</div>
<? mysql_connect(DB_HOST, DB_USERNAME, DB_PASSWORD);
mysql_select_db(DB_NAME);
$q = mysql_query("SELECT topic FROM mst_topic WHERE length( topic ) < 20 and topic NOT LIKE '%''%' ORDER BY rand( ) LIMIT 15  ");
?>
<div style="margin:10px auto;float:none;text-align:center;padding:5px 0px;border:3px solid #777;border-radius:6px;-moz-border-radius:6px;-webkit-border-radius:6px;background:#fff;">
<script type="text/javascript" src="<?php echo JS_WEB_ROOT_DIR; ?>swfobject.js"></script>
<div id="flashcontent"></div>
<script type="text/javascript">
var so = new SWFObject("<?php echo JS_WEB_ROOT_DIR; ?>tagcloud.swf", "tagcloud", "150", "150", "7", "#ffffff");
so.addParam("wmode", "transparent");
so.addVariable("tcolor", "0x0307bc");
so.addVariable("tcolor2", "0x138002");
so.addVariable("hicolor", "0xfb3f1a");
so.addVariable("mode", "tags");
so.addVariable("distr", "true");
so.addVariable("tspeed", "100");
so.addVariable("tagcloud", "<tags><?
while ($tag = mysql_fetch_assoc($q)) {
$trans1 = array("'" => "", "`" => "", " " => "+","-" => "+");
$trans2 = array("'" => "`", "`" => "`", "-" => "");
$tagurl = strtr($tag['topic'],$trans1);
$tagview = strtr($tag['topic'],$trans2);
$bil = rand(10,22);
$url = 'http://localhost'.$_SERVER['PHP_SELF'].'?keywords='.$tagurl.'&search=Search';
$cloud = urlencode("<a href='".$url."' style='".$bil."'>".$tagview."</a>".$cloud);
echo $cloud; }?></tags>");
so.write("flashcontent");
</script>
</div>


Simpan perubahan tersebut, kemudian coba jalankan.

Semoga membantu.

Contoh ada di http://primurlib.net

Rabu, 29 Desember 2010

Workshop Series: Pelatihan DEGEX dan Instalasi Linux

Sumber FP UGM

Bagi para pustakawan, mungkin ada yang tertarik


A. Pelatihan Singkat Degex



  • Aplikasi Berbasis Open Source bagi Pustakawan

  • Rabu, 12 Januari 2011,

  • pukul 08.00–12.00

  • ARC Perpustakaan Unit 3, Lantai 3

  • Kontribusi (hanya untuk 30 orang): Anggota FP UGM Rp10.000,00 dan umum Rp 20.000,00

  • Dipandu oleh Purwoko (Forum Pustakawan UGM)

  • Materi sesi 1: Open Source bagi Pustakawan (oleh Erwin–Tim BuGOS UGOS), Materi 2: Degex (oleh Purwoko–Forum Pustakawan UGM)


B. Librarian Install Fest



  • Instalasi Linux bagi Pustakawan

  • Kamis, 13 Januari 2011

  • pukul 08.00–11.00

  • Labkom PPTIK, lantai 2

  • Kontribusi (hanya 20 orang): anggota FP UGM Rp10.000,00 dan umum Rp 20.000,00

  • Dipandu oleh Erwin (Tim BuGOS UGOS UGM)

  • Materi instalasi Linux UGOS (oleh Erwin–Tim BuGOS UGOS)


Fasilitas



  • DVD DEGEX

  • Snack

  • Sertifikat


Ketentuan



  • Peserta membawa laptop ber-DVD


Pendaftaran



  • Forum Pustakawan UGM

  • Sekretariat: Bulaksumur, Yogyakarta

  • Telp.: 0274-6615510

  • Fax.: 0274-513163

  • CP: Dewi Widia: 085652424666

  • Email: pustakawanugm@gmail.com

  • Email: widia_kecil@yahoo.com

Sabtu, 13 November 2010

Pelatihan SLiMS di Jawa Tengah

Hari Rabu, bertepatan dengan hari Pahlawan 10 November 2010, Ari Suseno dan Purwoko menghadiri undangan perpusda Jawa Tengah dalam rangka pelatihan software SLiMS. Pelatihan ini dilaksanakan di Kampus Universitas Dian Nuswantoro Semarang, tepatnya di Lab Komputer kampus Pusat.

Peserta pelatihan adalah para pustakawan di Perpusda Jawa Tengah, perpustakaan kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Keseluruhan peserta pelatihan ini ada 40-an orang.

Materi dari pelatihan ini adalah Install SLiMS versi portable, pengenalan beberapa modul (System, Bibliografi, Membership) dan praktik mengirimkan data ke UCS.

Khusus praktik pengiriman data ke UCS, pemateri mempersilakan peserta langsung menjadi praktikannya. Pak Sugiri, pustakawan Pati berkenan menjadi admin UCS. Sedangkan tiga orang (ibu Kurnia, Mas Lukman, mas Seto) menjadi node yang mengirimkan data. Praktik UCS ini berlangsung sukses.

Ternyata SLiMS telah dikenal sampai ke pelosok pati, pekalongan, cilacap dan daerah lain disekitarnya. Bahkan beberapa perpustakaan telah menggunakan software ini, baik dengan menginstall sendiri maupun melalui pihak ketiga. Hal yang menjadi keprihatinan adalah ketika perpustakaan menggunakan pihak ketiga, perpustakaan tidak mendapatkan SLiMS secara keseluruhan. Dari pengalaman pelatihan di Semarang, diketahui perpustakaan yang menggunakan pihak ketiga dalam implementasi SLiMS tidak mendapatkan dokumentasi SLiMS. Padalah dokumentasi ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam penggunaan software.

Ketidaktahuan pustakawan ketika ingin implementasi SLiMS, hak dan kewajibannya semoga dapat tercerahkan melalui pelatihan singkat pada hari Rabu, 10 November 2010 kemarin.

Sukses perpusda Jawa Tengah, Sukses Opensource Indonesia.

Senin, 25 Oktober 2010

Komunitas SLiMS @SMK Rota Bayat Klaten

Hari sabtu kemarin, tanggal 23 Oktober 2010 setelah sekian lama vakum kegiatan, akhirnya Komunitas SLiMS Jogja berkunjung ke SMK Rota Bayat, Klaten, Jawa Tengah.
Kedatangan ini atas undangan mas Henry Cahyo yang kesehariannya beraktifitas di Titian Foundation selaku penyandang dana pembangunan SMK Rota.
Dari komunitas SLiMS Jogja hadir Tarto, Ari Suseno, Subhan Haris Munawar, Abdul Aziz, Purwoko dan Fitri S.

Memasuki SMK ini, terasa sangat mewah. Luas area, bangunan, dan segala macam fasilitasnya. Awal kedatangan kami diajak masuk di ruang audio visual yang mirip studio film 21 :) , dan ternyata para tamu undangan sudah berada disana, menunggu kami sambil menonton video tentang pendidikan.

Setelah duduk, kamipun memperkenalkan komunitas SLiMS Jogjakarta. Bukan dengan slide, namun dengan sebuah peta kegiatan. Peta kegiatan yang kami tunjukkan adalah sebagai berikut:




Selesai dari ruang ini, kami menuju ruang komputer untuk melakukan workshop sederhana SLiMS.

Materi pertama, install dan Bibliografi difasilitatori oleh Tarto, A.Md. Materi kedua Membership, dibawakan oleh Ari Suseno, dan materi ketiga, Sirkulasi dibawakan oleh Purwoko.

Karena waktu yang terbatas, kami hanya memasang empat target, yaitu: Install, Bibliografi, Membership dan Sirkulasi.

Selesai workshop mini ini, kami sempat mengupgrade Senayan di SMK Rota yang masih menggunakan Stable10patch1 ke Stable14 (Seulang), sekaligus seting UCS ke JogjaLib.Net. Dan akhirnya SMK Rota menjadi bagian dari JogjaLib.Net. Koleksi SMK Rota dapat dilihat di sini

Semoga menjadi pemantik perpustakaan lain di wilayah Klaten.

Salam

Jumat, 15 Oktober 2010

Belajar Onlinekan SLiMS di Free Web Hosting #1



Sumber dan Artikel lanjutan dapat dilihat di blog Pak Muhtarom

PENTING : Dalam artikel ini semua informasi username dan password akan saya tampilkan apa adanya. Demi kelancaran berbagi pengalaman ini, tolong jangan disalahgunakan. Sebab username dan password tersebut akan digunakan dalam beberapa artikel bersambung mengenai “GO SLiMS” (Gerakan Online-kan Senayan Library Management System).



Gunakan browser Mozilla Firefox demi kemudahan berselancar.

Jika di antara teman-teman hendak mencoba, mari kita membuat akun sendiri. Akun yang saya buat ini akan digunakan untuk keperluan belajar, berbagi melalui artikel yang saya sampaikan. Terimakasih atas pengertian dan kerjasamanya.

Saya belum apa-apa dan bukan siapa-siapa. Hanya seseorang yang ketika ada teman bertanya kepada saya, saya berusaha untuk menjawab sepengetahuan saya. Tanpa ambisi atau pamrih terhadap sesuatu.

MEMILIH DAN MENDAFTARKAN DIRI DI FREE WEB HOSTING.

Seiring dengan perkembangan SLiMS pada saat ini, saya memberanikan diri untuk menulis posting ini. Saya hanya akan berbagi pengalaman kepada teman-teman semua. Sebuah pengalaman yang saya dapatkan dari proses belajar, try & error untuk mengonlinekan Open Source Senayan Library Management System. Saya sadari bahwa apa yang akan saya sampaikan di sini masih banyak kekurangannya. Namun, semoga pengalaman ini bisa bermanfaat bagi kita. Tak perlu berpanjang kata, marilah kita mulai saja…

Untuk mengonlinekan SLiMS, maka kita membutuhkan sebuah server yang selalu terhubung dengan internet selama 24 jam/7 hari. Server tersebut bisa kita sediakan sendiri atau menyewa kepada perusahaan penyedia jasa layanan web host. Untuk keperluan tersebut, biaya yang harus dikeluarkan tentu tidak sedikit. Sedangkan anggaran yang tersedia sangat pas-pasan atau bahkan masih minim. Sebagai solusinya, ada puluhan web host dari luar negeri yang memberikan layanan gratis. Hal itu bisa kita gunakan sebagai sarana belajar.

Web host gratisan yang sudah saya coba di antaranya adalah http://www.20x.cc/, http://www.000space.com/, http://www.oni.cc/, http://www.byethost.com/ dan http://0adz.com/. Mereka memberikan juga alamat web (nama domain) gratis kepada kita sebagai sub domain mereka. Seperti kita di http://www.blogger.com/ atau http://www.wordpress.com/ alamat blog kita menjadi http://namablog.blogspot.com/ atau http://namablog.wordpress.com/. Sebagai contoh yang sudah ada yaitu http://www.sdsriharjo.20x.cc/perpust/.

Beberapa web host yang telah saya coba di atas, rata-rata memberikan fasilitas antara lain :

  1. 5 giga diskspace untuk penyimpanan data.

  2. Vista Panel untuk ruang admin pada server.

  3. 200 giga per bulan bandwidth data transfer.

  4. Akun POP email sehingga kita bisa memiliki alamat email sesuai dengan web kita, misalnya admin@sdsriharjo.20x.cc

  5. 50 MB MySQL database

  6. Automatic script installer untuk menginstall CMS seperti WordPress, Joomla, Mambo atau yang lain.

  7. Akun FTP sebagai alat untuk mengatur data yang kita miliki (upload, download, edit atau delete).

  8. phpMyAdmin bahasa pemrograman yang juga digunakan dalam SLiMS.


Jika beberapa alamat di atas masih kurang sreg, kita bisa menelusuri sebuah website yang menyediakan informasi tentang web host gratisan yaitu http://www.free-webhosts.com/. Di sana juga tersedia informasi tentang fasilitas apa saja yang diberikan penyedia layanan free web hosting kepada kita.

Setelah menemukan satu hosting yang dirasa pas, yang perlu kita lakukan adalah mendaftarkan diri kepada web hosting tersebut. Caranya sebagai berikut :

Hampir semua free web hosting, proses pendaftarannya sama. Sebagai contoh kita akan mencoba mendaftar di http://0adz.com/.
Klik untuk memperbesar.

Isi kolom-kolom pada form pendaftaran seperti yang tampak pada gambar di bawah ini.
Klik untuk memperbesar.

Demi kelancaran proses pendaftaran disarankan memakai alamat email kita dari gmail. Proses pendaftarannya lebih mudah.

Ikuti terus langkah-langkahnya seperti pada gambar.

Click Me To Continue
Klik untuk memperbesar.

Masukkan captcha lalu klik register
Klik untuk memperbesar.

Finish!
Klik untuk memperbesar.

Setelah sampai pada gambar di atas, buka email kita untuk melakukan proses aktivasi.
Klik untuk memperbesar.

Klik pada link yang tersedia.
Klik untuk memperbesar.

Masukkan kode verifikasi catchpa.
Klik untuk memperbesar.

Proses pendaftaran berakhir setelah muncul tampilan seperti pada gambar di bawah ini.
Klik untuk memperbesar.

Informasi pada akun ini berguna untuk merubah file sysconfig.inc.php yang nantinya akan kita upload ke server.
Klik untuk memperbesar.

Klik tulisan download untuk menyimpan data akun kita. Simpan baik-baik jangan sampai dibuka orang lain yang tidak berkompeten.
Klik untuk memperbesar.

Mari kita coba masuk ke http://cpanel.0adz.com dengan akun yang kita miliki.
Klik untuk memperbesar.

Login ke http://cpanel.0adz.com/
Klik untuk memperbesar.

Tampilannya akan seperti ini.
Klik untuk memperbesar.

Selesai. Kita telah berhasil memiliki akun di web hosting gratisan http://www.0adz.com.

Untuk bagian pertama ini kita rehat sejenak. Pada bagian kedua nanti kita akan mempersiapkan file senayan3-stable14 (seulanga) untuk diupload ke ftp.0adz.com melalui akun kita.
Demikian, segala kekurangan yang nampak adalah dari kebodohan saya. Selebihnya, semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi teman-teman…. matur tengkyu….