Tampilkan postingan dengan label union catalog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label union catalog. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2012

Reportase Rembug Bareng bersama ATPUSI+LKPI+ALUS+Komunitas SLiMS

Pada tanggal 4 Februari 2012 yang lalu, empat organisasi dan juga komunitas yang berkaitan dengan perpustakaan di Jogja duduk bersama, berembug bersama para audiens tentang bagaimana mengembangkan minat baca di perpustakaan sekolah pada era informasi. Acara ini merupakan rangkaian acara Jogja Itoe Boekoe yang digelar oleh IKAPI di Mandala Bhakti Wanitatama, 1-7 Februari 2012.





Keempat komunitas mengirimkan wakilnya menjadi narasumber pada acara ini, ATPUSI di wakili oleh Pak Halim, Heri Abi dari SLiMS, Muklis dari ALUS dan LKPI diwakili oleh Supriyanto. Semua membahas "membaca" dikaitkan dengan peran organisasinya masing masing. Acara ini dimoderatori oleh Arsidi, SIP yang merupakan ketua ATPUSI Jogjakarta.





Dengan lihat, sang moderator juga mengajak audiens untuk ikut menyampaikan uneg-unegnya. Tercatat beberapa audiens ikut berkomentar, baik dari perpustakaan perguruan tinggi, mahasiswa, perpustakaan SD dan lain sebagainya.

Ada peserta yang menyatakan bahwa ketika ingin mengembangkan perpustakaan terbentur pada aspek kebijakan pimpinan, adapula yang menyayangkan terputusnya keberlangsungan pengelolaan perpustakaan pada tiap tingkatan di sekolah. Ketika SD murid mendapatkan perpustakaan yang "hidup" namun ketika SMP mereka kaget karena perpustakaannya tidak berjalan sebagaimana mestinya.




Pada sesi akhir, panitia pameran berkenan ikut bicara. Panitia menanggapi selentingan tentang mahalnya buku. Beliau mengatakan bahwa buku belum menjadi kebutuhan pokok, masih kalah dengan bensin atau pulsa. Hal ini disampaikan sambil mengajak untuk menjadikan buku sebagai kebutuhan pokok.

Pada kesempatan ini, melalui moderator juga dibagi doorprize berupa 10 CD master SLiMS. Para peserta juga mendapatkan stiker SLiMS dan JogjaLib.NET. Peserta datang dari berbagai pelosok daerah, mulai dari kawasan Jogjakarta sendiri, Bantul, Sleman, Klaten, Magelang bahkan dari Purworejo.

Para peserta juga dipersilakan untuk mengunjungi stand perpustakaan yang dihuni oleh beberapa komunitas di atas.

Para Pembicara+Moderator
Para Peserta
Suasana Stand
Akhir Acara



Foto: Eddy Subratha
Video: Purwoko

Senin, 24 Januari 2011

Pembentukan Komunitas Senayan (SLIMS) Jawa Barat

Sumber Blog Murad Maulana


Bandung, 22 Januari 2011- Mungkin anda pernah mendengar kata "Senayan" atau "SLIMS"? atau coba anda ketikan kata kunci Senayan misalnya di search engine Google.com atau Yahoo.com, maka akan terpampang di urutan pertama atau kedua dengan tulisan: "Senayan | Open Source Library Management System". Senayan atau yang di singkat SLIMS ini adalah aplikasi atau perangkat lunak open source untuk automasi perpustakaan. Perangkat lunak ini dapat di unduh dan dimanfaatkan secara gratis. Hingga saat ini, Senayan versi terakhir telah direlease Senayan 3 Stable 14 dan Portable Senayan 3.13.


Dalam ranah bidang kerja perpustakaan, khususnya yang berkaitan dengan perangkat lunak open source untuk automasi perpustakaan, mungkin nama Senayan sudah membumi di negeri Merah putih ini. Lantas sejauh mana Senayan sudah dimanfaatkan oleh perpustakaan-perpustakaan di Indonesia atau bahkan di luar negeri sekalipun? salah satu pertanyaan tersebut telah disinggung oleh Lead Developer Senayan, Hendro Wicaksono ketika menghadiri acara Pembentukan dan Belajar Bareng SLIMS Jawa Barat (PKSJB). Menurut alumni Fakultas Sastra UI ini, Senayan sudah digunakan diberbagai perpustakaan-perpustakaan di Indonesia dengan jumlah berkisar 168 perpustakaan, "itu menurut data kami yang tercatat, tentu saja masih banyak lagi perpustakaan-perpustakaan yang sudah memanfaatkan senayan yang belum tercatat," tandas Hendro Wicaksono ketika menjadi pemateri di acara tersebut. "Aplikasi perpustakaan senayan (SLIMS) tidak hanya digunakan di Indonesia saja, melainkan beberapa negara seperti Spanyol, Jerman, Thailand telah memanfaatkannya," sambungnya.

Kini secara resmi telah tebentuk Komunitas SLIMS Jawa Barat pada tanggal 22 Januari 2011 bertempat di Jl. Dipati Ukur Kampus Universitas Padjajaran Bandung. Jumlah peserta yang hadir ada sebanyak 25 orang dengan dihadiri oleh dua developer SLIMS yaitu Hendro Wicaksono dan Arif Syamsudin. Acara di mulai pukul 13.00 s/d 16.00 WIB. Dalam acara tersebut hadir pula System Engineering Primurlib.net dan pegiat SLIMS Priangan Timur Tasikmalaya, Asep Muhammad Fahrus dan rekan. Peserta yang hadir diantaranya terdiri dari pustakawan perpustakaan umum, khusus dan sekolah, mahasiswa S1 dan S2 Ilmu Informasi dan Perpustakaan Universitas Padjajaran, Mahasiswa Unsil dari Tasikmalaya (pegiat SLIMS Priangan Timur). Dari semua peserta yang hadir tersebut beberapa diantaranya adalah sebagai pengguna advanced SLIMS dan juga ada yang mengaku sebagai pemula, ujar dari salah satu peserta yang berasal dari mahasiwa Ilmu Informasi dan Perpustakaan Unpad, ketika pada sesi perkenalan.












Komunitas Senayan (SLIMS) Jawa Barat

Acara dibuka oleh pustakawan dari Indramayu Murad Maulana yang kemudian disambung dengan materi oleh Hendro wicaksono. Bahasan materi mencakup perkenalan tentang Senayan seperti sejarah dibuatnya software senayan, release dari pertama kali hingga sekarang, dan beberapa masukan-masukan dari developer SLIMS tentang komunitas SLIMS Jawa Barat yang akan dibentuk. Menurut beliau dikatakan bahwa apabila sebuah komunitas agar tetap solid dan maju maka harus dilandasi prinsip idealisme, dalam hal ini kesamaan visi bersama dalam memajukan dunia perpustakaan yaitu salah satunya dengan pemanfaatan SLIMS. Contoh kongkrit yang sudah berjalan seperti Komunitas Slims Jogja, tandas orang yang pernah mengembangkan Igloo OpenSource ini.


Acara selanjutnya sesi tanya jawab antara peserta dengan Developer SLIMS seputar trik, trik singkat dan troubleshooting. Kemudian disusul dengan diskusi komunitas dan penunjukan koordinator SLIMS Jawa Barat. Koordinator terpilih adalah Pustakawan dari Rumah Sakit Cicendo, Bagus Ramdan. Dalam sambutannya ketika terpilih menjadi Koordinator SLIMS mengatakan bahwa, Dengan terbentuknya Komunitas SLIMS ini semoga akan menjadi wadah komunikasi sekaligus pembelajaran teknologi informasi bagi pengguna SLIMS di Jawa Barat dan dalam waktu dekat sang koordinator berjanji secepatnya akan dibuat program kerja atau atau agenda SLIMS Jawa Barat di tahun 2011 ini. Isu yang santer akan secepatnya di usung adalah penunjukan sekertaris, bendahara dan Humas selain dari sosialisasi Senayan ke berbagai perpustakaan dan pembangunan katalog bersama di seluruh perpustakaan Jawa Barat.

Di ujung acara tepat pukul 16.00 WIB, sebagai simbol telah diresmikannya Komunitas SLIMS Jawa Barat, panitia membagikan hadiah buku kepada peserta yang berasal dari daerah terjauh seperti dari peserta dari Perpustakaan Umum Kabupaetn Bekasi dan perwakilan dari Pegiat SLIMS Priangan Timur Tasikmalaya, masing-masing 1 eksemplar.

Semoga dengan terbentuknya Komunitas ini, masa depan perpustakaan-perpustakaan khususnya di wilayah Jawa Barat akan semakin maju dan berkembang dalam upaya mendukung penerapan teknologi informasi perpustakaan yang handal, tepat dan berdaya guna.