Rabu, 13 April 2011

Membangun Perpustakaan Online 1

Pendahuluan


Seiring dengan perkembangan SLiMS pada saat ini, saya memberanikan diri untuk menulis posting ini. Saya hanya akan berbagi pengalaman kepada teman-teman semua. Sebuah pengalaman yang saya dapatkan dari proses belajar, try & solved untuk mengonlinekan SLiMS Senayan Library Management System software open source pengelolaan perpustakaan. Saya sadari bahwa apa yang akan saya sampaikan di sini masih banyak kekurangannya. Namun, semoga pengalaman ini bisa bermanfaat bagi kita. Tak perlu berpanjang kata, marilah kita mulai saja…


Untuk mengonlinekan SLiMS, maka kita membutuhkan sebuah server yang selalu terhubung dengan internet selama 24 jam/7 hari. Server tersebut bisa kita sediakan sendiri atau menyewa kepada perusahaan penyedia jasa layanan web host. Untuk keperluan tersebut, biaya yang harus dikeluarkan tentu tidak sedikit. Sedangkan anggaran yang tersedia sangat pas-pasan atau bahkan masih minim. Sebagai solusinya, ada puluhan web host dari luar negeri yang memberikan layanan gratis (silahkan baca artikel Free PHP MSQL Web Hosting). Walaupun hosting yang kita gunakan gratis, namun cukup bagus untuk sarana belajar. Saya sendiri telah membuktikannya dengan mempergunakan hosting gratis selama kurang lebih satu tahun ini dengan alamat url http://stuqly.20x.cc/.


Sebelum melangkah lebih jauh, perlu diketahui bahwa artikel ini merupakan tutorial bersambung mengenai cara membangun perpustakaan online. Adapun beberapa bab yang akan saya sampaikan, antara lain :


1. Download dan installasi PSenayan.


2. Persiapan database instalasi SLiMS-Senayan Library Management System.


3. Membuat database di server free web hosting.


4. Persiapan upload file ke free web hosting.


5. Upload file SLiMS ke free web hosting.


6. Upload template menggunakan Filezilla.



Adapun alat bantu yang harus dipersiapkan adalah dua software open source yaitu Notepad++ dan Filezilla. Notepad++ akan kita gunakan sebagai teks editor dalam mengatur setingan beberapa file yang akan kita upload. Sedangkan Filezilla sebagai aplikasi untuk mengupload file ke FTP Server free web hosting.


Berikut ini beberapa perpustakaan pengguna SLiMS-Senayan Library Management System yang telah online di hosting berbayar mau pun hosting gratisan.




Paguyuban Perpustakaan Yogyakarta


Paguyuban Perpustakaan Yogyakarta




Perpustakaan se-Priangan Timur


Perpustakaan se-Priangan Timur




SDN Jomblangan, Banguntapan, Bantul


SDN Jomblangan, Banguntapan, Bantul




Perpustakaan Kota Solok, Sumatera Barat


Perpustakaan Kota Solok, Sumatera Barat




Perpustakaan LPMP DKI Jakarta


Perpustakaan LPMP DKI Jakarta



Silahkan baca lanjutan artikel ini di blognya pak Muhtarom Irigomi.com

Minggu, 10 April 2011

Workshop SLiMS di Universitas Ma Chung

Tanggal 9 April kemarin, Purwoko yang merupakan salah satu personil SDC bagian projek dokumentasi yang juga koordinator komunitas SLiMS Jogjakarta, menjadi narasumber dalam workshop SLiMS yang diselenggarakan di Universitas Ma Chung Malang.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh perpustakaan Ma Chung dan didukung oleh pihak Rektorat, FPPTI Jawa Timur dan juga Perpustakaan Kota Malang. Hadir dalam kegiatan ini tamu undangan diantaranya: Ketua FPPTI Jawa Timur, Rektor UMC dan Wakil Rektor UMC, Kepala Perpustakaan Unibraw, Kepala Perpustakaan Kota Malang.

Peserta pelatihan ini sedikitnya berjumlah 90-an orang dari berbagai institusi, baik sekolah, perguruan tinggi, seminari, individu dan lain sebagainya, yang berasal dari Malang, Surabaya maupun Bali.  Singkatnya waktu, membuat pemateri meringkas materi hanya pada install, bibliografi, membership dan sirkulasi. Pemateri juga memberikan waktu 15 menit akhir untuk sesi tanya jawab.

Dalam sesi tanya jawab ini, berbagai pertanyaan peserta muncul. Misalnya,
"Jika sudah menggunakan software lain, apakah dimungkinkan migrasi?",

"Apakah hak akses tiap pustakawan dapat dibatasi sesuai area kerjanya?",

"Apakah jika sudah menggunakan senayan stable 12 dapat diupgrade ke stable14/terbaru?",

"Bagaimana memperbesar kapasitas upload file di attachment?",

"Apakah dalam SLiMS ada fitur cetak katalog?"

dan berbagai pertanyaan lainnya.



Selain tanyajawab, narasumber juga bercerita tentang perkembangan komunitas SLiMS Jogjakarta. Untuk membangun komunitas SLiMS, tidak perlu dana besar. Cukup dengan kepercayaan antar personil dan digerakkan dengan model kultural. Pembangunan union catalog juga menjadi agenda yang diharapkan bisa dilaksanakan oleh komunitas. Dengan adanya katalog induk ini, maka tiap unsur komunitas merasa memiliki sebuah produk dari komunitasnya. Inilah yang akan menjadikan perekat dari kegiatan berkomunitas. Kegiatan Komunitas SLiMS juga tidak sekedar berkaitan dengan teknologi, namun juga dapat mengkaji hal yang lebih luas pada ilmu perpustakaan dan informasi. Misalnya literasi informasi, manajemen perpustakaan, pengembangan koleksi, kerjasama perpustakaan dan lain sebagainya.

Komunitas SLiMS Jawa Timur mempunyai dua basecamp, Universitas Widya Mandala dan Universitas Ma Chung. Kedua wilayah ini memngkoordinir dua bagian yang berbeda di wilayah Jawa Timur.

Hal yang menarik dan patut dihargai adalah komunitas SLiMS Jawa Timur juga lihai dalam menjalin kerjasama saling menguntungkan antara perguruan tinggi (yang diperlihatkan dengan dukungan resmi dan kehadiran rektor Ma Chung), perpustakaan perguruan tinggi (diperlihatkan dengan hadirnya FPPTI) serta komunitas Opensource SLiMS sendiri. Bahkan di Ma Chung, Perpustakaan UMC menyediakan ruang khusus untuk tempat berkumpulnya komunitas SLiMS Jawa Timur, serta mengajak mahasiswa Sistem Informasi untuk "nimbrung" dalam kegiatan berbau opensource ini.

Perpustakaan UMC sendiri menggunakan SLiMS untuk pengelolaan koleksi jurnal digitalnya.

bravo Komunitas SLiMS...

Selasa, 05 April 2011

Belajar bareng di Gelaran Ibuku

Pada hari Minggu, 3 April 2011 beberapa penggerak Komunitas SLiMS Jogja belajar bersama di Gelaran Ibuku.

sumber: Indonesiabuku.orgDi tempat ini ada sebuah angkringan yang disebut Angkringan Buku. Tentang AB silakan buka ini

Hadir saat belajar bareng, Muchlis, Munir, Ahmad Subhan, Subhan Haris, Muhtarom, Heri Abi, Muhidin M Dahlan, Risti.

Belajar bersama kali ini diisi dengan mempelajari seting UCS JogjaLib.Net serta bagaimana memasang plugin kartu anggota buatan mas Sutriadi (http://sutriadi.web.id).

Sambil belajar, Subhan Haris berkenan membuatkan kopi dari angkringan. Sekedar diketahui, angkringan di tempat ini swalayan dari mengambil makanan sampai membayarnya. Selain kopi, juga ada gorengan, sego kucing, ceker dan kepala ayam bakar/goreng. Angkringan ini juga dilengkapi wifi serta televisi.

Minggu, 27 Maret 2011

Liputan Khusus Seminar dan Launching Komunitas SLiMS Jawa Timur

Sumber YPPI

Sekitar 200 peserta dari berbagai wilayah di Jawa Timur hingga Madura dan Malang hadir dalam acara Seminar sekaligus Launching Komunitas SLiMS Jawa Timur yang diselenggarakan di Universitas Widya Mandala Surabaya. Bertepatan dengan hari Sabtu 26 Maret 2011 ini menghadirkan dua pembicara utama yaitu Hendro Wicaksono dari Lead Developer  dan Verdi Yudha (Alih Media Dijital).

Acara yang dimulai sejak pukul 08.30 W.I.B diawali dengan sambutan dari pihak Widya Mandala dan  Kepala Perpustakaan Widya Mandala Vincent menyatakan bahwa diselenggarakan acara seminar dan launching komunitas SLiMS Jawa Timur ini dikarenakan adanya tuntutan kemajuan teknologi yang sangat pesat sehingga pustakawan harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut. Salah satu pemanfaatan tersebut adalah dengan adanya software SLiMS.

Dalam sambutanya Hendro Wicaksono mengatakan banyak hal terkait pengembangan perpustakaan dihgital di Indonesia. Salah satu poin yang sangat di tekankan adalah pentingnya seorang pustakawan dalam memilih sebuah software perpustakaan. Seorang pustakawan jangan sampai memilih sebuah software perpustakaan berbayar mahal akan tetapi hak sebagai pustakawan dalam mengelola perpustakaan justru sangat terbatas dan tergantung dengan perusahaan pembuat software tersebut.

Hendro Wicaksono juga menyatakan bahwa software SLiMS dibuat untuk bisa memberikan solusi atas banyaknya permasalahan tersebut. Keberadaan SLiMS sangat di dukung dengan banyaknya komunitas di berbagai wilayah seperti Jogja, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Pati, Surabaya, dan terbaru adalah Jawa Timur.

Melalui komunitas inilah diharapkan para pustakawan bisa saling berbagi ilmu dan memecahan berbagai masalah ketika ada kesulitan. Dari sinilah diharapkan kemajuan teknologi dibidang perpustakaan terus berkembang hingga menyebar ke berbagai wilayah di selkuruh Indonesia.

Senin, 14 Maret 2011

Menampilkan 10 Judul Terpopuler Pada Senayan Library Management System

Sumber di sini

Senayan merupakan Open Source Library Management System berbasis web yang dikembangkan oleh Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Senayan memiliki beberapa fitur antara lain mampu menangani koleksi buku, keanggotaan, sirkulasi buku, barcode, laporan dan statistik. Selain menangani buku teks, senayan juga mampu menangani media lainnya seperti e-book dan cd-rom. Fitur lebih lengkapnya dapat dilihat disini.

Pada artikel ini saya ingin mencatat hasil belajar semalam, yaitu menampilkan 10 Judul Terpopuler pada LMS Senayan. Sebagai catatan saya menggunakan senayan versi senayan3-stable12 dan template green.

Hasil : http://dlibrary.akatelsp.ac.id/



Caranya dengan mengedit file \template\green\index_template.inc.php sisipkan kode yang didapat dari modul Admin Rreporting pada bagian sidepan. Untuk melihat sourcenya silahkan download file berikut Senayan Template Green Edited (338)

atau download di sini

Kamis, 10 Maret 2011

Reportase: Workshop 5-6 Maret 2011

Foto kegiatan hari pertama dan kedua bisa diunduh di sini, Dokumen lain silakan unduh di Blog Jogjalib.Net
[gallery]
Pada tanggal 5-6 maret yang lalu, Komunitas SliMS Jogjakarta berkesempatan mengadakan workshop SLiMS. WS ini pada awalnya kami buka untuk memberi kesempatan pada para pustakawan sekolah yang ingin mempelajari SliMS. Namun seiring perjalanan waktu ternyata banyak pustakawan selain dari sekolaah yang tertarik untuk mendaftar.

Total peserta pelatihan ini seitar 55-an orang. Berasal dari Jawa timur, sulawesi, jawa tengah, Jogjakarta, Jawa Barat dan Jakarta. Pak Ardi, S.Sos, merupakan peserta terjauh yang berasal dari makasar.

Para peserta menginap di hotel/penginapan sekitaran KPTU Fakultas Teknik UGM, tempat dilaksakan workshop ini. Workshop dimulai pada Sabtu, 5 Maret jam 8.00. Diawali dengan pembukaan, selamat datang dari panitia, perkenalan panitia dan peserta, kemudian disambung sesi 1.

Sesi pertama di bawakan oleh Arif Surachman, dengan materi pengantar otomasi perpustakaan berbasis SLiMS, Install dan Master File. Sesi berikutnya adalah Bibliografi dan Membership yang disampaikan oleh Muhtarom. Hari Sabtu ditutup dengan sesi terakhir Sirkulasi dan Stocktake oleh Budhi Santoso.

Hari kedua, sesi pertama adalah review dan tips/trik yang disampaikan oleh Purwoko.  Materi tips dan trik adalah seting P2P service, menambah slideshow dan berita di OPAC, memperbesar kapasitas upload, menambah jenis file yang dapat diupload, seting visitor counter, install plugin guestbook.

Sesi berikutnya diampu oleh Heri Abiburachman Hakim dengan materi pengelolaan terbitan berkala dan backup SLiMS.

Pada hari kedua, atas usul dari peserta, workshop dibagi menjadi dua karena peserta workshop ini ada yang masih pemula serta ada yang sudah mahir.

Untuk pemula disendirikan dan diampu oleh beberapa pegiat komunitas SLiMS Jogja dengan materi dasar. Panitia berharap peserta pemula ini benar-benar membawa sesuatu ketika pulang nantinya.

Dalam workshop ini, kepada peserta dibagikan modul, blocknote, pena, stiker SLiMS, gantungan kunci SLiMS serta CD Master. CD Master terdiri dari master psenayan, senayan3-stable14, matoa, xampp, notepad++, openoffice, flashplayer for windows, firefox, contoh file image dan file lampiran, serta softfile manual SLiMS Seulanga.
Berikut video tentang workshop tersebut:



Rabu, 02 Maret 2011

Kenapa namanya JogjaLib.Net?

Sekilas mirip dengan program JogjalibForAll yang diinisiasi oleh Perpustakaan Daerah Yogyakarta. Namun demikian JogjaLib.Net (selanjutnya kami tulis JLN), mempunyai sejarah hingga lahir nama domain jogjalib.net.

Supaya tidak menimbulkan syak prasangka, berikut saya tuliskan sejarah singkat penamaan JogjaLib.Net.

Ketika pengguna SLiMS di Jogja sudah lumayan banyak, dan dari berbagai jenis perpustakaan, para pegiat Komunitas SLiMS Jogja berkeinginan untukk menyatukan koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan pengguna SLiMS ini.

Untuk menyatukan, butuh domain dan hosting sebagai tempat UCS (Union Catalog Server) SLiMS diinstall. Maka akhirnya komunitas SLiMS Jogja berdiskusi tentang nama domain yang akan digunakan.

Beberapa nama domain waktu itu muncul dalam diskusi, diantaranya:

jogjalib.net
jogjapustaka.net
pustakajogja.net
jogjacat.net


Waktu itu, -seingat saya- Jogjalib for All menggunakan subdomain jogjalib4all.gamatechno.com atau jogjalib.gamatechno.com, ini hasil pencarian kami di google (lupa yang mana).

Akhirnya, saya sebagai koordinator Komunitas SLiMS memutuskan menggunakan domain jogjalib.net. Pemilihan ini dengan pertimbangan jogjalib lebih enak dibacanya, .net karena ini merupakan jejaring.

Akhirnya tanggal 9 Juli 2010, domain JogjaLib.Net kami daftarkan. Tepatnya pada hari Jumat, sekirat pukul 11:30 siang. JogjaLib.Net ingin menyatukan berbagai perpustakaan di Jogjakarta dan sekitarnya dalam bentuk katalog induk. "Berbagai" berarti apapun jenis perpustakaanya, baik perguruan tinggi, lsm, sekolah, bahkan perpustakaan pribadi, apapun software yang digunakan. JLN tidak membedakan perangkat lunaknya.

Ternyata kemudian JogjaLibforAll mempunyai domain (tepatnya sebagai subdomain) http://jogjalib.jogjakarta.go.id, dimana sekilas tampak sama. Namun sebenarnya beda, jogjalib.net sebagai domain, sementara jogjalib.jogjakarta.go.id sebagai subdomain.

Bagaimana hubungan dengan JogjaLibForAll?
JLN bukan bawahan Jogjalibforall, kami hanya kebetulan memiliki beberapa kesamaan visi ke depan saja. JLN bergerak pada level komunitas, perpustakaan sekolah, lsm, pribadi dan semacamnya. JLN juga membiayai dirinya sendiri, baik dari jualan souvenir kaos, pin, stiker, mengadakan pelatihan, jasa install dan lain sebagainya. Sampai saat ini, kami lepas dari pembiayaan pemerintah.

Namun demikian, sebagai junior, kami ingin mendukung JLA (JogjaLibforAll). JLN tidak vis a vis JLA, JLN berdiri untuk melengkapi JLA, dengan mengambil peran yang mendampingi atau belum diambil JLA. JLN merupakan rumah, bagi para pustakawan untuk mengabdi pada ilmunya.


diposting tanggal 2/3/2011
Purwoko